Page 584 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 APRIL 2021
P. 584
PEMBAYARAN THR BERI EFEK DOMINO BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI
Mengapresiasi apa keputusan dari Menteri Ketenagakerjaan berkenaan dengan THR 2021,
ATIKA OKTARIA
PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresiasi surat edaran
pemerintah mengenai tunjangan hari raya (THR) keagamaan tahun 2021. Dalam surat edaran
tersebut, THR 2021 harus dibayarkan penuh H-7 sebelum Hari Raya dan tidak boleh dicicil seperti
tahun lalu.
"Mengapresiasi apa keputusan dari Menteri Ketenagakerjaan berkenaan dengan THR 2021," kata
Said.
Menurut dia, surat edaran tersebut akan memberikan efek domino terhadap kondisi
perekonomian Tanah Air. THR yang dibayar secara penuh akan meningkatkan daya serta
konsumsi masyarakat termasuk buruh, khususnya pada saat Hari Raya.
"THR dibayar penuh akan meningkatkan daya beli atau purchasing power dari masyarakat,
termasuk kaum buruh. Dengan demikian, akan meningkatkan konsumsi," ujar dia.
Adapun terkait pengusaha yang tidak mampu membayar THR, Said menyebut pengusaha
tersebut harus melakukan dialog bipartit dengan serikat buruh dan menyampaikan laporan
keuangan selama dua tahun. "Bagi pengusaha yang tidak mampu, di situ dinyatakan berunding
secara bipartit dengan serikat buruh atau perwakilan buruh dengan melampirkan memberikan
laporan keuangan yang merugi dua tahun," ujarnya.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan paling lambat pembayaran THR keagamaan
diberikan tujuh hari sebelum Hari Raya. "THR keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang
wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja paling lambat tujuh hari sebelum hari raya
keagamaan," kata Ida.
Dia menjelaskan kewajiban pembayaran THR tersebut berbeda dengan tahun lalu, perusahaan
bisa mencicil THR kepada pekerjanya. Pemerintah menekankan telah memberikan banyak
dukungan berupa insentif kepada para pengusaha untuk mengatasi pandemi covid-19. Oleh
karena itu, pemerintah meminta komitmen pengusaha untuk membayarkan THR tepat waktu.
"Untuk itu, diperlukan komitmen para pengusaha membayar THR secara penuh dan tepat waktu
kepada para pekerja/buruh," ujarnya. (Ml/El)
atika olampungpost.co.ld
583

