Page 90 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 AGUSTUS 2019
P. 90

undang-undang sudah mengamanahkan setiap WNI yang bekerja di luar negeri dan

               mendapat upah, wajib mendapatkan perlindungan dari negara.


               Baik mereka yang berangkat secara prosedural maupun non-prosedural.


               "Namun pekerjaan rumah kita masih banyak terkait PMI di luar negeri seperti

               bagaimana menjangkau secara luas kepesertaan mereka," katanya.


               Oleh karena itu, menurut Yuli, Kemenakertrans tengah membuat layanan terpadu

               satu atap terkait pelayanan bagi PMI.



               Hal itu mengingat menurutnya yang terpenting adalah adanya kemudahan akses
               pendaftaran, selain adanya kemudaha klaim, dan dapat meng-cover kecelakaan di

               luar negeri.



               Sedangkan menurut Ahmad Sulintang, Depdir Wasrik BPJS Ketenagakerjaan, yang
               juga bertindak sebagai narasumber, mengatakan bahwa perluasan kepesertaan

               BPJS Ketenagakerjaan bagi PMI sudah dipermudah melalui pendaftaran di portal

               yang bisa diakses.


               Begitu juga bagi PMI yang hendak memperpanjang kepesertaan.


               Namun, menurutnya masih ada beberapa tantangan implementasi jaminan sosial

               PMI, antara lain : pengelolaan tata kelola pendataan PMI perwakilan negara di LN,

               berapa yang ada, kembali, dan yang pulang. Itu sulit terdekteksi. Kedua,

               kemudahan pembayaran iuran di LN melalui berbagai saluran. Bagaimana PMI
               mudah membayar iuran, harusnya sama mudahnya saat pengiriman gaji ke dalam

               negeri. Ketiga, perluasan kerjasam G to G penempatan dan perlindungan PMI.

               Keempat, penempatan personil atau lokal staf BPJSTK di negara tujuan untuk

               mempermudah layanan," katanya.






                                                       Page 89 of 137.
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95