Page 292 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 292

MAHASISWA DAN BURUH GELAR AKSI EVALUASI 2 TAHUN JOKOWI-MA'RUF,
              RIBUAN APARAT DISIAGAKAN
              Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan pasukan pengamanan terkait aksi unjuk rasa evaluasi
              2  tahun  pemerintahan  Joko Widodo-Ma'ruf  Amin,  sekaligus bertepatan dengan  Hari  Sumpah
              Pemuda,  Kamis  (28/10/2021).  Total  1.955  personel  gabungan  akan  berjaga  untuk
              mengamankan aksi tersebut.

              "1.955  personil  gabungan  TNI-Polri  dan  pemprov  dan  kawat  berduri,"  kata  Kasubag  Humas
              Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sam Suharto saat dikonfirmasi.

              Sementara  itu,  Ketua  Umum  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh  Indonesia  (KASBI)  Nining  Elitos
              mengatakan, aksi kali ini akan mengevaluasi 2 tahun kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf
              Amin, sekaligus bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

              "Dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin di periode kedua ini tentu dirasakan kita sama-
              sama, tidak hanya kaum buruh di berbagai sektor, terjadi kemunduran kemerosotan yang luar
              biasa, ini yang kita hadapi," kata Nining dalam jumpa pers pra-aksi, ditulis Kamis (28/10/2021).

              Kata dia, aksi ini akan digelar mulai dari pukul 11.00 WIB berkumpul di depan Kedutaan Besar
              Amerika  Serikat,  Jalan  Medan  Merdeka  Selatan,  Jakarta  Pusat  lalu  melakukan  longmarch  ke
              depan Istana Kepresidenan di sisi utara.

              Selain KASBI, elemen buruh yang turut bergabung dalam aksi ini adalah Konfederasi Persatuan
              Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional
              (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk
              Demokrasi (SINDIKASI).

              Nining menjelaskan, dalam aksi kali ini mereka akan membawa sedikitnya 13 tuntutan rakyat
              antara lain, cabut Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya.

              Lalu pemerintah harus memberikan jaminan kepastian kerja dan kebebasan berserikat dengan
              setop PHK sepihak dan union busting.

              Pemerintah juga didesak untuk menghentikan penangkapan aktivis yang membela rakyat, Nining
              menyebut demokrasi pada rezim hari ini sangat buruk.

              "Ini dosa besar, saya hidup di masa rezim otoriter, dan merasakan ketika pasca reformasi saya
              melihatnya ini rezim yang terburuk bagaimana melahirkan regulasi tidak lagi melihat kepentingan
              rakyat," tutur Nining.

              Tuntutan keempat, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga; kelima, usut tuntas kasus
              korupsi BPJS Ketenagakerjaan dan Korupsi Bansos Covid-19.

              Kemudian,  mereka  menolak  pemberangusan  pegawai  Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK),
              kembalikan  58  pegawai  KPK  yang  dikeluarkan  dengan  skema  jahat  tak  lolos  Tes  Wawasan
              Kebangsaan.

              Ketujuh, pemerintah didesak menghentikan rencana liberalisasi agraria dan pembentukan Badan
              Bank Tanah, serta segera mengembalikan semangat reforma agraria berdasarkan UUD 1945,
              TAP MPR XI/2001 dan UU Pokok Agraria 1960.
              Selanjutnya, hentikan kekerasan seksual dengan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan
              Seksual; gratiskan biaya pendidikan selama pandemi; dan stop liberalisasi dan komersialisasi
              pendidikan.


                                                           291
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297