Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JUNI 2020
P. 25
Title PPNI: MASIH ADA 358 ADUAN THR PERAWAT BELUM DIBAYAR
Media Name republika.co.id
Pub. Date 05 Juni 2020
https://republika.co.id/berita/qbf337354/ppni-masih-ada-358-aduan-thr- perawat-belum-
Page/URL
dibayar
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat ada sebanyak 358 aduan
terkait belum dibayarnya tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri para perawat, hingga
Selasa (2/6) lalu. PPNI mengatakan 358 aduan terkait THR perawat yang belum
dibayarkan ini akan diserakan ke otoritas terkait, diantaranya ke Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Sekretaris Badan Bantuan Hukum (BBH) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI), H. Maryanto mengatakan 358 aduan THR ini
berasal dari berbagai daerah. Maryanto menyebutkan, mayoritas atau 63,41 persen
perawat yang melapor berstatus sebagai pegawai kontrak. Kemudian sisanya 36,59
persen berstatus pegawai tetap.
Ia melanjutkan, 61,73 persen instansi yang diadukan belum membayar THR
perawat berstatus rumah sakit pemerintah dan 37,71 persen dari fasilitas kesehatan
tingkat lanjutan swasta. Adapun pelanggaran yang terjadi adalah RS terlambat
membayar THR, tidak membayar THR atau THR tidak dibayar penuh.
"Data (aduan THR perawat belum dibayar) akan diserahkan kepada Kemenakertans,
Kemenkes RI, DPD, hingga DPR," katanya.
Sebelumnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat hingga kini
masih ada perawat yang telah menangani virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) dan
seharusnya mendapatkan insentif ternyata belum memperolehnya. Perawat yang
belum mendapatkan insentif karena masih dalam proses verifikasi.
Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah
mengaku pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa insentif ini sudah ada yang
dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 22 Mei 2020 lalu.
"(Insentif) untuk perawat di rumah sakit (RS) Darurat Wsma Atlet sudah diterima,
tetapi insentif di RS lainnya belum (cair) karena sedang dalam proses verifikasi,"
katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (1/6).
Terkait kapan proses verifikasi ini selesai, pihaknya mengaku belum mendapatkan
informasi. Harif mengaku teknis kapan waktu pencairan insentif bisa ditanyakan ke
Page 24 of 80.

