Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JUNI 2020
P. 47
Di antaranya optimalisasi program BLK untuk penanganan dampak pandemi Virus
Corona; dan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas sebesar Rp
500 ribu per orang.
"Insentif ini berasal dari refocusing anggaran dan diwujudkan dalam bentuk
pelatihan di BLK dengan menerapakan protokol kesehatan COVID-19. Program ini
untuk mengantisipasi pekerja yang ter-PHK maupun dirumahkan namun belum ter-
cover oleh Kartu Pakerja," tutur Ida Fauziyah.
Kemnaker juga memiliki program padat karya infrastruktur, padat karya produktif,
Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan pengembangan kewirausahaan melalui program
Teknologi Tepat Guna (TTG).
"Ini adalah program pengembangan dan perluasan kesempatan kerja bagi pekerja
terdampak COVID-19, calon PMI yang gagal berangkat, PMI yang dipulangkan,
serta pekerja usaha mikro dan kecil," lanjutnya.
Ida menambahkan, Kemnaker juga mendukung kebijakan program 89, proyek yang
akan direkomendasikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek senilai Rp 1.422 triliun tersebut diharapkan dapat menyerap sekitar 19 juta
tenaga kerja.
"Sesuai arahan Menko Bidang Perekonomian, proyek PSN 2020-2024 ditargetkan
dapat menyerap 4 juta tenaga kerja setiap tahunnya atau selama proyek itu
berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang," katanya.
Secara rinci, 89 proyek tersebut terdiri dari 15 proyek terkait jalan dan jembatan, 5
proyek bandara, 5 proyek kawasan industri sebesar, 13 proyek bendungan dan
irigasi, 1 proyek tanggul laut, 1 program dan 2 proyek smelter proyek penyediaan
lahan pangan di Kalimantan Tengah, 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, dan
13 proyek kawasan.
Page 46 of 80.

