Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2019
P. 121
Suasana peresmian LTSA BIma. (Foto: Dok. Kemenaker)
Pembangunan LTSA di berbagai daerah, kata Irianto, merupakan bentuk nyata
komitmen pemerintah untuk melindungi pekerja migran dan keluarganya. LTSA
Bima diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI.
"Pada 2018, terdapat sembilan LTSA yang telah dibangun. Total keseluruhan
sebanyak 31 LTSA sepanjang 2015 sampai 2018," kata Staf Ahli Menteri Bidang
Hubungan Antar Lembaga Kemenaker R Irianto Simbolon, dalam keterangannya.
Keberadaan LTSA di Kabupaten Bima sangat penting. Dalam catatan Kemenaker,
Bima merupakan pengirim pekerja migran terbanyak nomor lima di NTB.
Dengan adanya LTSA ini, diharapkan dapat mewujudkan efektivitas
penyelenggaraan pelayanan penempatan dan pelindungan pekerja migran. Selain
itu, LTSA memberikan efisiensi, transparansi dalam pengurusan dokumen
penempatan, dan pelindungan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) atau PMI
dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI.
Irianto mengatakan sebanyak 31 LTSA telah dibangun selama 2015-2018. Pada
2015, tiga LTSA diresmikan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Jawa Timur, dan NTB.
Setahun berikutnya dibangun enam LTSA di Kalimantan Barat, Kabupaten Kupang,
Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT, Provinsi Kepulauan Riua, dan
Kabupaten Nunukan.
Sepanjang 2017 pemerintah telah meresmikan 13 LTSA di kabupaten Cilacap,
Brebes, Pati, Kendal, Tulungagung, Sambas, Loteng, Lobar, Lotim, Sumbawa,
Karawang, Sukabumi, dan kabupaten Cirebon.
Selanjutnya pada 2018 telah didirikan sembilan LTSA di kabupaten Banyumas,
Grobogan, Wonosobo, Ponorogo, Banyuwangi, Bima, dan Sika. Sebanyak dua LTSA
yang diupgrade adalah LTSA kabupaten Indramayu dan Subang.
Pada kesempatan itu, Indah Damayanti Putri menegaskan LTSA di Bima akan
memberikan kepastian kepada pekerja migran untuk memperoleh pelayanan yang
mudah, murah, dan solutif.
"Dahulu sulit, mahal, dan tanpa kepastian, sehingga celah itu dimanfaatkan calo.
Akibatnya banyak pekerja migran lebih baik ilegal, sehingga berdampak adanya
persoalan. Sekarang ada perubahan yang tadinya sulit, mahal, lama menjadi
mudah, murah, dan ada kepastian," ujar Ima.
Page 120 of 148.

