Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 44
Indonesia, tambahnya, juga mengajak dan mendorong kepada seluruh negara
anggota untuk terus mengedepankan kerja layak.
Semua negara anggota perlu untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam
menghadapi jenis pekerjaan baru yang muncul seiring dengan proses transformasi
digital.
"Deklarasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi Indonesia untuk menyusun strategi
dan kebijakan terkait kerja masa depan," kata Hanif.
Sebagai negara anggota G20, Menaker Hanif menekankan bahwa Indonesia akan
berupaya menindaklanjuti rekomendasi yang relevan dalam deklarasi tersebut.
"Hal ini mengingat semangat deklarasi sejalan dengan komitmen pemerintah untuk
mewujudkan kerja layak bagi semua," kata Hanif.
Keberlanjutan
Menaker Hanif juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang telah
sukses menggelar G20 LEMM Tahun 2019 ini.
Untuk 2020, Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah pertemuan ini.
"Saya berharap tahun depan di bawah Presidensi Arab Saudi juga dapat
melanjutkan diskusi-diskusi yang telah dibahas agar dapat menghasilkan diskusi
yang berkelanjutan," kata Hanif.
Untuk diketahui, pada Forum LEMM 2019 ini, Menaker Hanif menjadi pembicara
pada Sesi II terkait "Youth Employment".
Menaker menyampaikan tantangan dan kebijakan yang dihadapi Indonesia dalam
menikmati bonus demografi dan meningkatnya jumlah kaum muda di era digital
ekonomi.
Kondisi itu, lanjut Hanif, menuntut perubahan kebijakan dan program pembangunan
manusia yang komprehensif sehingga bonus demografi dapat menjadi suatu
keberuntungan bagi pembangunan di Indonesia.
"Selain itu, juga harus ada reformasi sistem ketenagakerjaan di dalam negeri agar
mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dunia yang sangat cepat," tutup
Hanif.
Page 43 of 136.

