Page 178 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 178
Salah satunya dengan meluncurkan program perluasan kesempatan kerja melalui Tenaga Kerja
Mandiri (TKM) untuk penciptaan wirausaha dan program padat karya.
Menaker Ida Fauziyah menyatakan, dari program itu akan lahir wirausahawan-wirausahawan
baru yang dapat menyerap tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya unggul, serta
tentunya meningkatkan ekonomi wilayah. Pelaksanaan program ini akan dapat berdampak
maksimal dengan dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak terkait.
Untuk itu, Kemenaker menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(Kemenkop-UKM) guna melakukan Sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan
Kewirausahaan dalam rangka Pengurangan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian
Berbasis Desa.
Sinergi tiga kementerian itu diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (MoU)
di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/10).
“Kita berkolaborasi dan bersinergi pada program-program kerja andalan di masing-masing
kementerian dalam upaya mencapai tujuan bersama, yakni mengurangi pengangguran secara
signifikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan,” ucap Menaker.
Menaker mengemukakan, pada Agustus 2020, tercatat bahwa pandemi Covid-19 telah
berdampak terhadap 29,12 juta angkatan kerja. Di mana 2,56 juta di antaranya menjadi
pengangguran akibat pandemi pandemi Covid-19.
Kondisi ini mengalami perbaikan pada Februari 2021. Di mana angkatan kerja yang terdampak
Covid-19 turun menjadi 19,1 juta angkatan kerja, yang mana 1,62 juta di antaranya menjadi
pengangguran.
Ia menyakini kolaborasi yang dilakukan bisa menekan angka pe-ngangguran dan memitigasi
angkatan kerja yang terdampak pandemi.
Mendes Abdul Halim Iskandar menyambut baik sinergi dengan Kemenaker dan Kemenkop UKM.
Ia menyatakan, dari MoU ini terdapat dua sasaran usaha di level desa, yaitu usaha yang sudah
berkembang, tapi terganggu karena Covid-19 dan usaha baru yang pemasarannya dilakukan
secara digital.
“Transformasi ekonomi seperti itu yang menjadi objek MoU kita bertiga,” ucapnya.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kemenkop UKM, Rully Nuryanto, mengatakan, sinergi
dengan Kemnaker dan Kemendes PDTT penting untuk mencapai target penumbuhan rasio
kewirausahaa 3,95% atau 1,5 juta wirausahawan baru di 2024.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kaltim, Menaker juga menjumpai para pendamping desa yang
menjadi penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) di Kantor Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa
Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sehari sebelumnya.
Ida menyampaikan banyak hal, antara lain tentang BSU. Ia mengapresiasi kepada para
pendamping desa yang telah menjadi peserta BPJS, sehingga di saat kondisi sulit, seperti
pandemi tetap dapat bantuan berupa BSU.
Pasalnya, BSU tetap diberikan kepada pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenaga-kerjaan
sebagai apresiasi atas kepesertaan.
177

