Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2020
P. 47
https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs. Setelah itu, ikuti petunjuk di
situs tersebut. Beberapa dokumen harus Anda masukkan (upload) sesuai petunjuk
di situs tersebut. Jadi sebelum mengklaim, Anda harus menscan dokumen asli yang
dibutuhkan dan menyimpannya di laptop atau di flash disk lebih dahulu.
Dokumen yang di-upload sama dengan dokumen yang harus Anda siapkan saat
mengklaim secara langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu: e-KTP (atau
surat keterangan sedang membuat KTP elektronik), kartu keluarga, kartu peserta
jamsostek, buku tabungan atas nama Anda sendiri, surat keterangan kerja dari
perusahaan/parklaring, dan surat pemberitahuan dari perusahaan ke Suku Dinas
Tenaga Kerja Kota/Provinsi.
Dokumen yang diupload ke situs BPJS Ketenagakerjaan ialah dokumen asli,
sedangkan dokumen fotokopi akan serahkan saat Anda bertemu dengan customer
service BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus menunjukkan dokumen aslinya.
Setelah dokumen Anda bisa diupload dan proses pendaftaran selesai, Anda akan
diminta datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk proses klaim
terakhir sambil membawa dokumen asli dan fotokopi yang sebelumnya telah Anda
upload di situs BPJS ketenagakerjaan.
Kadang proses pendaftaran online tidak lancer seperti yang diharapkan. Ada saja
gangguannya. Seperti dokumen tidak bisa diupload, atau data Anda tidak singkron
antara data yang Anda miliki dengan data identitas Anda yang ada di BPJS
Ketenagakerjaan sehingga Anda gagal mendaftar. Jika Anda gagal mengupload,
sebaiknya anda datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Jika
diminta mendaftar online sampaikan saja Anda sudah mendaftar namun gagal
karena ada dokumen yang harus diperbaiki.
Selamat mengklaim dana JHT Anda. Jika klaim Anda diterima dan sudah diproses,
dana JHT akan cair dan masuk ke dalam rekening Anda dalam waktu sekitar lima
hari kerja hingga maksimal 10 hari sejak klaim Anda dinyatakan diproses di
customer service BPJS Ketenagakerjaan.
Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Shinta W Khamdani mengatakan,
hingga saat ini sudah ada sekira 6 juta orang yang kehilangan pekerjaannya. Angka
tersebut semakin melonjak tinggi di tengah lesunya perekonomian.
"Menurut data yang kami dapat dari asosiasi, sudah ada 6 juta orang yang
dirumahkan atau di PHK," ujarnya seperti dikutip Okezone.
Dirinya membeberkan, beberapa industri yang terjangkit virus tersebut. Contohnya,
mulai dari perhotelan, restoran, industri tekstil, hingga transportasi.
"Jadi dari tekstil sudah mencapai 2,1 juta orang, dari perhotelan dan restoran 1,4
juta orang, transportasi darat 1,4 juta orang, ritel sekitar 400 ribu orang, dan lain
sebagainya," jelas Shinta.
Page 46 of 126.

