Page 116 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 NOVEMBER 2019
P. 116
2020 dalam rangka mendukung visi mis presiden 2020-2024. Pertama, peningkatan
kompetensi tenaga kerja dan produktivitas. Kedua, penempatan dan pemberdayaan
tenaga kerja.
Ketiga, pengembangan hubungan industrial dan peningkatan jaminan sosial dan
Keempat, program perlindungan tenaga kerja dan pengembangan sistem
pengawasan ketenagakerjaan.
"Sasaran dari empat program itu, yakni meningkatnya tenaga kerja yang berdaya
saing dan iklim hubungan industrial kondusif dalam menghadapi pasar kerja
fleksibel," kata Ida.
Ia menjelaskan kondisi umum ketenagakerjaan nasional tahun 2019, yang mana
tingkat pengangguran terbuka sebesari 5,01 persen atau capaian level terendah
selama masa reformasi. Penduduk usia kerja saat ini 196,46 juta dengan angkatan
kerja 136,18 juta dan bukan angkatan kerja 60,28 juta.
Dari jumlah angkatan kerja 136,18 juta tersebut, sebanyak 129,36 juta bekerja dan
sebanyak 6,82 juta merupakan pengangguran. "Dari 129,36 juta yang bekerja,
sebanyak 55,28 juta bekerja di sektor formal dan sisanya 74,08 juta di sektor
informal," katanya.
Sesuai rancangan teknokratik rencana pembangunan jangka menengah nasional
(RPJMN) tahun 2020-2024, konsep pembangunan manusia tahun 2020-2024 yakni
menciptakan manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Ida mendukung penuh tiga misi yang dicanangkan presiden, yakni peningkatan
kualitas manusia Indonesia. Kedua, struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan
berdaya saing. Ketiga, perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa
aman pada seluruh warga.
"Adapun visi Presiden Joko Widodo, yakni tewujudnya Indonesia maju yang
berdaulat, mandiri, berkepribadian, berlandaskan gotong royong," ujarnya.
Page 115 of 142.

