Page 110 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2021
P. 110
Tak lama lagi, akan ditambahkan perlindungan yang lebih lengkap yaitu jaminan kehilangan
pekerjaan.
"Diharapkan, perlindungan dari negara melalui BPJS Ketenagakerjaan semakin lengkap dan
dapat melindungi seluruh pekerja di Indonesia dengan baik," kata Ma'ruf dalam sambutan acara
Penganugerahan Paritrana Award, secara virtual, Kamis (9/9/2021).
Ma'ruf mengatakan, sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial
ketenagakerjaan, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi untuk
mendukung perlindungan Jamsostek.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Pertama adalah Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi
Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Regulasi ini menginstruksikan kepada 24 kementerian/lembaga, para gubernur dan bupati/wali
kota sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, melakukan optimalisasi pelaksanaan
program Jamsostek.
Khususnya, meningkatkan perlindungan pekerja non-ASN dengan menyiapkan anggaran serta
regulasi yang mendukung pelaksanaannya.
Selanjutnya, pemerintah melalui Kemendagri juga telah menerbitkan Permendagri Nomor 27
Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2022.
Salah satu isi regulasi ini adalah mengatur Penganggaran Jamsostek untuk perlindungan para
pekerja non-ASN, penyelenggara pemilu, pekerja rentan, hingga pekerja di BUMD.
Ma'ruf mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung telah berdampak di sektor
kesehatan, ekonomi, hingga ketenagakerjaan.
Pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan
ekonomi.
Salah satu langkah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pekerja adalah dengan
memberikan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 500.000 selama 2 bulan atau dengan total
penerimaan Rp 1 juta per orang.
BSU ini ditargetkan kepada 8,9 juta pekerja dari seluruh Indonesia. "BSU ini diharapkan dapat
meringankan beban para pekerja untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan di era
pandemi Covid-19 ini," ucap Ma'ruf.
109

