Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2019
P. 26
Karena, adanya perlambatan ekonomi global yang imbasnya terasa sampai pada
ekonomi nasional.
"Melihat profil tim ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf 2019-2024 sepertinya perlu kerja
keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi kita. Sebab, tantangan ekonomi kita tidak
hanya datang dari internal tetapi juga eksternal," katanya.
Selain itu sejumlah tantangan yang harus dihadapi tim ekonomi ini kedepannya
yakni, stagnasi pertumbuhan ekonomi diangka 5%, rendahnya tax ratio, ancaman
defisit perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) yang terus melebar, serta
nilai tukar rupiah yang rentan.
Belum lagi kondisi ketidakpastian ekonomi global yang dapat membuat ekspor
Indonesia turun.
Bahkan para pelaku usaha global masih menunggu perkembangan perang dagang
China dan AS terkait kesepakatan damai dagang fase satu pada November nanti.
"Semuanya adalah PR yang dihadapi ekonomi Indonesia pemerintah kedepan,"
katanya.
Karena itu, menurutnya, tim ekonomi harus solid dalam merancang kebijakan.
Apalagi menurutnya keberhasilan ekonomi merupakan kunci untuk mensukseskan
visi-misi Indonesia menuju 2045 yakni 5 besar kekuatan ekonomi dunia.
"Kita harus tetap bangun semangat optimis, persoalan ekonomi adalah persoalan
bangsa yang harus kita hadapi dan dukung bersama. Apalagi kita masih dalam fase
bonus demografi. Jangan sampai bangsa ini terjebak dalam middle income trap,"
katanya.
Menurutnya, DPR akan terus mengawasi kebijakan ekonomi Pemerintah.
DPR akan terus mengawasi tim ekonomi agar fokus mensukseskan visi-misi presiden.
"Saya berharap, para pembantu Presiden ini memiliki semangat kerja keras, anti
korupsi, fokus untuk mensukseskan visi misi Presiden, serta kebijakan yang inovatif.
Saya yakin para menteri bisa memperbaiki kondisi ekonomi yang lebih baik bahkan
bisa tumbuh diatas 5%," katanya.
Susunan kabinet Jokowi-Maruf Amin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan
Page 8 of 112.

