Page 3 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 3
Title SBII MINTA HITUNGAN UMR PERHATIKAN JUGA KENAIKAN PREMI BPJS
Media Name republika.co.id
Pub. Date 11 November 2019
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/19/11/10/q0r8sp409-sb ii-minta-
Page/URL
hitungan-umr-perhatikan-juga-kenaikan-premi-bpjs
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ketua Umum SBII (Serikat Buruh Islam Indonesia) Askodar meminta agar
pemerintah daerah untuk memperhatikan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional).
Menurutnya, kenaikan UMR mendesak untuk dilakukan, lantaran ada kenaikan harga
pangan, tarif dasar listrik, dan juga premi BPJS.
Ia melanjutkan, idealnya upah buruh di wilayah industri seperti di Bekasi sudah
mampu mencapai lima juta rupiah. Menurutnya, hal itu wajar, lantaran saat ini upah
minimum di Kota Bekasi sudah mencapai angka Rp4,2 juta rupiah.
"Harga pangan makin melonjak, listrik naik, BPJS naik, wajar dong kalau naik,
setidaknya menjadi lima juta. Itu pun sebenarnya masih kurang," kata Askodar,
Ahad (10/11).
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi, Purnomo
menyampaikan, UMR Kota Bekasi saat ini sudah sangat tinggi. Bahkan, ia menyebut
UMR Kota Bekasi lebih tinggi dari UMR DKI Jakarta.
"Ini bukan omongan APINDO saja, tapi faktanya sekarang sudah banyak
perusahaan yang pindah ke luar kota Bekasi," kata Purnomo.
Kemudian ia melanjutkan, ketika menghadapi tuntutan kenaikan upah, pengusaha
akan melihat kemungkinan pindah ke kota lain yang memiliki standar upah lebih
rendah. Selain itu, para pengusaha juga melihat opsi penggunaan mesin canggih
yang dapat mengurangi biaya produksi, dengan kata lain juga mengurangi tenaga
kerja.
"Laporan resmi mereka ada yang diam-diam pindah atau mengembangkan
usahanya ditempat lain. Sementara yang ada di Kota Bekasi dibikin status quo saja,
dia tidak tutup, tapi produksinya dikurangi, dialihkan ke Jawa Tengah," kata dia.
Page 2 of 130.

