Page 399 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 399
menyatakan untuk menyikapi dan menjaga keberlangsungan kepesertaan pekerja penerima
upah dalam program Jamsostek, maka Pemerintah sebagai regulator dan BPJS Ketenagakerjaan
sebagai operator terus meningkatkan cakupan kepesertaan baik, bagi pekerja Penerima Upah
maupun Pekerja Bukan Penerima Upah.
KEMNAKER: PEMERINTAH TERUS TINGKATKAN CAKUPAN PESERTA JAMSOSTEK
SEMARANG - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menggelar sosialisasi program
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi pelaku hubungan industrial di perusahaan dalam
situasi bencana non-alam pandemi Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021).
Menaker Ida menyatakan untuk menyikapi dan menjaga keberlangsungan kepesertaan pekerja
penerima upah dalam program Jamsostek, maka Pemerintah sebagai regulator dan BPJS
Ketenagakerjaan sebagai operator terus meningkatkan cakupan kepesertaan baik, bagi pekerja
Penerima Upah maupun Pekerja Bukan Penerima Upah.
"Peningkatan cakupan kepesertaan tersebut di antaranya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi
program Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial di perusahaan," katanya saat memberi
sambutan sosialisasi.
Ida Fauziyah mengungkapkan guna mendorong efektifitas pelaksananaan Jamsostek bagi
pekerja penerima upah maka dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, pihaknya
menargetkan capaian cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Pekerja penerima upah
mencapai 29,44 persen dari total penduduk yang bekerja.
"Sementara target cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada 2024 sebanyak 37,24
persen dari total penduduk yang bekerja," ujarnya.
Mencermati data BPJS Ketenegakerjaan Juli 2021, Ida Fauziyah menambahkan bahwa secara
nasional jumlah peserta Jamsostek penerima upah sebanyak 40,1 juta orang. "Sedangkan di
Jawa Tengah jumlah peserta Jamsostek penerima upah, sebanyak 1,96 juta orang yang berasal
dari 77,3 ribu perusahaan," tuturnya.
Ida Fauziyah menegaskan pemberlakuan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) dan peraturan pelaksanaannya merupakan bukti kehadiran negara dalam
memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menaker berharap melalui sosialisasi program Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial ini,
mampu memahami pentingnya Jamsostek bagi setiap perusahaan dan mengikutkan seluruh
pekerjanya dalam program jaminan sosial.
"Karena manfaat dan perlindungan yang diberikan sangatlah besar, yang pada akhirnya akan
membantu meningkatkan kenyamanan bekerja dan produktivitas di perusahaan," katanya.
Sementara Dirjen PHI dan Jamsos Indah Anggoro Putri mengatakan, kegiatan sosialisasi ini
bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja di Indonesia. "Ekosistem
ketenagakerjaan Infonesia akan semakin kuat dan mumpuni, jika kita memperhatikan semua
398

