Page 464 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 464

PANDEMI SEBABKAN PENGANGGURAN, KEMNAKER CATAT 10 JUTA PENGUSAHA
              BERHENTI

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi guna
              menekan angka pengangguran. Pihak swasta juga diharapkan dapat terus mendukung upaya
              penanggulangan pengangguran.

              Sekretaris  Jenderal  Kemnaker  Anwar  Sanusi  menyampaikan  Kemnaker  telah  melakukan
              perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil menengah
              (UMKM)  serta  meningkatkan  infrastruktur  yang  berbasis  komunitas,  dalam  rangka
              mengakselerasi penyerapan tenaga kerja.

              "Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi
              perekonomian  akibat  pandemi  COVID-19,  serta  mencegah  munculnya  masalah  sosial
              masyarakat," jelas Anwar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9/2021)/ Ia menguraikan revolusi
              industri 4.0 saat ini memaksa terjadinya perubahan dalam perkembangan teknologi digital pada
              semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Perubahan ini, kata dia, harus disikapi dengan
              kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.


              "Bisa  dikatakan  bahwa  sektor-sektor  tersebut  mempunyai  kontribusi  besar  terhadap
              pertumbuhan secara nasional maupun domestik," ungkap Anwar.


              Anwar menjabarkan berdasarkan survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, Tingkat Partisipasi
              Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 139,81 juta jiwa (68,08%) dengan penduduk yang bekerja
              sebanyak 131,06 juta orang (93,74%), sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75
              juta jiwa (6,26%).


              Akibat pandemi COVID-19, sebut Anwar, ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti
              bekerja  dan  10  juta  lainnya  pendapatan  menurun  lebih  dari  40%.  Selain  itu,  adanya
              pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda disebabkan berbagai
              faktor  seperti  spesifikasi  pekerjaan  yang  tidak  sesuai  dengan  pendidikan,  serta  kurangnya
              pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan.

              "Ini  merupakan  tantangan  yang  berat  bagi  ketenagakerjaan  di  Indonesia  meskipun
              meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," kata
              Anwar.

              Sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, lanjut Anwar upaya mengatasi
              angka pengangguran ini perlunya keterlibatan semua lembaga terkait dari unsur pemerintah
              pusat, daerah, hingga swasta.

              "Adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta lembaga penempatan
              tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka
              pengangguran," imbuh Anwar.








                                                           463
   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469