Page 369 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 OKTOBER 2021
P. 369

Berdasarkan pantauan Pikiran-Rakyat.com, ratusan buruh tiba di depan Balai Kota Jakarta sekira
              pukul  10.00  WIB.  Para  buruh  berkumpul  di  depan  Balai  Kota  dengan  membawa  sejumlah
              spanduk yang bertuliskan 'Naikan UMP/UMSP 2022 sebesar 10 persen'.

              Ketua  DPW  DKI  Jakarta  Winarso  dalam  orasinya  meminta  agar  Gubernur  Anies  Baswedan
              menetapkan UMP/UMSP 2022 ditetapkan.

              Sebab menurutnya UU Cipta Kerja khususnya dalam klausul ketenagakerjaan yang sekarang ada
              sangat tidak berpihak kepada para buruh.

              Menurutnya, sejatinya para buruh bukan tidak mendukung terhadap perbaikan nilai investasi
              yang diharapkan pemerintah dari keberadaan UU Cipta Kerja Omnibus Law ini. Namun demikian,
              pemerintah kata dia harus memerhatikan kesejahteraan buruh.

              "Tolong tetapkan upah minimum dan upah minimum sektoral ditetapkan karena UU Cipta Kerja
              tidak  berpihak,  bahkan  turunannya,  PP  36  sangat  tidak  laik,"  katanya  saat  menyampaikan
              orasinya.

              Lebih lanjut, Winarso juga menyinggung soal sistem kontrak kerja yang ada, excess daripada
              diundangkannya UU Cipta Kerja saat ini.

              Ia lantas menyontohkan apa yang terjadi di era sekarang dengan tahun 1990an. Saat itu para
              buruh hidup dengan penuh harapan karena mereka memiliki kesempatan untuk diangkat sebagai
              karyawan tetap.
              Dulu kata dia, para buruh mempunyai harapan untuk membeli rumah, motor, dan mobil.

              "Di era 1990an kontrak setahun dua tahun, lalu dilihat prestasinya lalu diangkat. Tahun 1990an
              semua orang punya cita cita, saya ingin memiliki rumah," katanya.

              "Mereka (buruh) punya cita-cita setelah jadi karyawan tetap nanti saya (buruh) mau ngambil
              rumah,  setelah  lunas  anak-anak  saya  sudah  besar.  Sebetulnya  itulah  kultur  bangsa  kita.
              Sekarang tidak ada lagi," tuturnya.***.

































                                                           368
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374