Page 503 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 503

ada perusahaan yang moral hazard-nya jelek. Misalnya mampu tapi tidak mau membayar sesuai
              aturan. Nah, itu biar karyawannya yang bersikap
              negative - Tauhid Ahmad (Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance
              (Indef)) Yang memungkinkan misalnya sektor telekomunikasi, sebagian mamin, jasa kesehatan,
              sebagian di pendidikan juga saya rasa masih mampu. Industri dan di beberapa sektor lain belum
              pulih. Misalnya industri, angkutan, hotel dan restoran juga belum bisa

              negative - Win win solutions (None) Atau dibayarkan sampai pengusaha itu mampu. Paling tidak
              dalam beberapa waktu terdekat

              negative - Win win solutions (None) Karena kalau kita lihat daya beli juga masih tertekan. Itu
              tercermin dari inflasi 1,37 persen yoy di bulan Maret, itu masih rendah. Kalau sekitar 2 persen
              bisa, tapi kalau masih segitu ya belum pulih. Mungkin saja ada kenaikan daya beli, tapi ya tentu
              belum bisa menyamai kondisi normal, apalagi masih ada pandemi



              Ringkasan

              Tahun ini, pekerja dan buruh bisa sedikit bernapas lega dalam mempersiapkan keperluan di hari
              raya Idulfitri. Pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar penuh tanpa
              dicicil. Hal ini tertera dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              tersebut ditujukan langsung pada para gubernur di seluruh Indonesia.



              THR TIDAK BOLEH DICICIL

              JAKARTA  --  Tahun  ini,  pekerja  dan  buruh  bisa  sedikit  bernapas  lega  dalam  mempersiapkan
              keperluan di hari raya Idulfitri. Pemerintah menetapkan tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar
              penuh tanpa dicicil.

              Hal  ini  tertera  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              tersebut ditujukan langsung pada para gubernur di seluruh Indonesia.
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pemberian  THR  keagamaan
              merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Di mana,
              THR ini digunakan untuk memenuhi keperluan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan
              hari raya keagamaan.

              "THR merupakan nonupah yang wajib dibayar pengusaha kepada pekerja atau buruh," ujarnya
              dalam temu media, Senin (12/4).

              Pembayaran THR ini, lanjut dia, harus dilakukan maksimal sepekan atau tujuh hari sebelum hari
              raya  keagamaan  tiba.  Meski  begitu,  ada  kelonggaran  yang  diberikan  oleh  pemerintah  bagi
              perusahaan yang tak mampu membayar THR karena masih terdampak pandemi. Perusahaan-
              perusahaan tersebut diberikan waktu maksimal sehari sebelum lebaran tiba.

              Namun, dengan catatan, ada kesepakatan atau pembahasan secara bipartite terlebih dahulu
              antara pengusaha dan pekerja. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk membuka laporan
              keuangan mereka secara transparan pada pekerja. "Ini berdasarkan laporan keuangan internal
              selama dua tahun terakhir. Harus dibuka secara transparan," ungkapnya.



                                                           502
   498   499   500   501   502   503   504   505   506   507   508