Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 146
Title PENDAPATAN TERJUN BEBAS AKIBAT PSBB, PENGUSAHA KONVEKSI TERANCAM GULUNG
TIKAR
Media Name beritajatim.com
Pub. Date 14 Mei 2020
Page/URL https://beritajatim.com/ekbis/pendapatan-terjun-bebas-akibat-psbb-peng usaha-konveksi-
terancam-gulung-tikar/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Perpanjangan pemberlakuan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB
kembali membuat pengusaha menjerit. Kali ini, suara itu datang dari Purnomosidi
Wibowo.
Pengusaha di sektor konveksi dengan skala menengah ini mengaku kewalahan
untuk bisa terus memenuhi kewajiban kepada para pegawainya. Purnomosidi
bercerita, pemasukan di perusahaannya sudah mencapai ambang batas eliminasi.
"Keuntungan yang didapat terjun bebas dari 80 persen menjadi 30 persen. Saya
mencoba bertahan. Dan sampai saat ini tidak ada karyawan yang saya rumahkan.
Mereka tetap digaji dan sudah dianggarkan untuk mendapat THR," katanya.
Menurut alumnus UK Petra itu, kondisi yang ada diperparah dengan kewajiban
melakukan rapid test kepada pegawainya. Kewajiban itu tertuang dala surat
bernomor 443/18005/436.7.2/2020tertanggal 5 Mei 2020 yang ditandatangani oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita.
"Harga rapid test di Kota Surabaya ya tidak semurah yang dibayangkan, sekitar Rp
300--Rp 500 ribu sekali tes. Tolonglah bantu kami. Kewajiban sudah kami penuhi
termasuk THR. Jangan kami perlahan dimatikan dengan kondisi seperti ini," keluh
Purnomosidi.
"Mungkin pengusaha lain juga sama. Awalnya saya khawatir kalau bicara begini
nanti usaha saya dipersulit. Tapi mau bagaimana lagi, kami juga menjerit jika tidak
ada kepedulian dari pemkot," pungkas Purnomosidi.
Di sisi lain, terkait rapid test, Pemkot Surabaya mengaku sudah melakukan total
sebanyak 7.223 rapid test untuk mendeteksi dini atau diagnosa awal Covid-19.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dari angka 7.223 tersebut, terdiri
dari orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 4.585. Rinciannya, 650 warga reaktif dan
3.935 hasilnya negatif. Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 641
terdiri dari 51 orang yang reaktif dan 590 negatif.
Page 145 of 231.

