Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MEI 2020
P. 4

Title          30 JUTA KARYAWAN PROPERTI TERANCAM PHK KARENA PANDEMI
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      15 Mei 2020
                              https://republika.co.id/berita/qabvog284/30-juta-karyawan-properti-ter ancam-phk-
               Page/URL
                              karena-pandemi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               JAKARTA -- Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny
               Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di industri properti
               dan turunannya terancam dirumahkan dan bahkan kena Pemutusan Hubungan
               Kerja (PHK) akibat  dampak pandemi  Covid-19.

               Dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (14/5), Sanny menjelaskan hal itu
               berdasarkan hasil kajian terbatas Kadin Apindo dan Real Estate Indonesia (REI)
               yang menyebutkan bahwa jika industri properti dan industri ikutannya terganggu,
               maka kurang lebih sekitar 30,34 juta pekerja yang berpotensi akan terdampak.

               Angka tersebut terdiri atas 19,17 juta pekerja di sektor properti dan 11,18 juta
               pekerja di industri terkait sektor properti.

               "Belum lagi ditambah dengan sektor informal yang juga ikut terdampak seperti sewa
               kontrakan dan warung-warung untuk para pekerja lapangan. Jadi kita semua harus
               berupaya agar industri properti ini jangan sampai terganggu karena ada 30 jutaan
               pekerja yang berpotensi terdampak. Ini jumlah yang sangat besar dan tidak main-
               main," katanya.


               Di sisi lain industri properti Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk
               berkembang jika diberikan porsi yang seimbang oleh pemerintah.

               Porsi seimbang yang dimaksud oleh Kadin, Apindo, dan REI, adalah kebijakan yang
               terintegrasi untuk pendanaan, perizinan, dan pertanahan, perpajakan, kepemilikan
               properti, dan lain sebagainya.

               Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo menuturkan
               kedudukan sektor properti yang berkaitan erat dengan sektor lain (  backward
               linkage  ) dan mempengaruhi pertumbuhan sektor lain (  forward linkage  ),
               menjadikan sektor properti memiliki peran sentral pada pembangunan.


               "Dari 175 sektor industri yang bergerak dengan keterkaitan langsung dan tidak
               langsung dengan sektor properti, industri properti memiliki pangsa jumlah
               permintaan akhir 33,9 persen sehingga ini yang menjadikan industri properti
               sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.





                                                       Page 3 of 231.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9