Page 142 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 142
Hingga saat ini, penyerahan data pekerja calon penerima BLT yang sudah dilakukan BP
Jamsostek pada Kementerian Ketenagakerjaan sudah mencapai 5,5 juta data pekerja dari total
8,7 juta pekerja yang akan diberikan BLT BPJS Ketenagakerjaan.
Dua pekan lalu, tepatnya pada 25 Agustus 2021, BP Jamsostek menyerahkan 1,8 juta data calon
penerima yang masuk ke gelombang 4 untuk mendapatkan subsidi upah dalam program BLT
BPJS Ketenagakerjaan.
“Tahap IV sebanyak 1,8 juta data, diserahkan [ke Kementerian Ketenagakerjaan] tanggal
25/08/21,” kata Deputi Direktur Humas & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh
Banja, Rabu (1/9/2021).
Dari jumlah tersebut Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, terdapat 465.340 pekerja yang
gagal mendapatkan BLT BPJS Ketenagakerjaan per Jumat (3/9/2021). Sekretaris Jenderal
Kemnaker Anwar Sanusi menjelaskan, dari 5.550.200 data pekerja yang sudah diterima
Kemnaker dari BP Jamsostek ada 465.340 yang ternyata sudah terdaftar mendapatkan bantuan
sosial lain.
"Karena sudah mendapat program pemerintah yang lain. Hasil pemadanan dengan data program
keluarga harapan, program kartu prakerja, dan bantuan produktif usaha mikro," kata dia Jumat
kemarin.
Secara rinci ia menjelaskan, berdasarkan data yang sudah didapatkan Kemenaker, pekerja yang
gagal mendapatkan subsidi merupakan pekerja yang juga tercatat sudah mendapatkan bansos
program Kartu Pra Kerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan juga Bantuan Presiden Produktif
untuk Usaha Mikro (BPUM).
Anwar mempertegas, kebanyakan pekerja yang gagal menerima subsidi adalah pekerja yang
ternyata sudah terdaftar sebagai penerima bansos PKH. "Kebanyakan PKH," kata dia.
Sebagai informasi, kriteria penerima BSU pada 2021 seperti tertuang dalam Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 16 tahun 2021, antara lain bahwa pekerja calon penerima dana BSU
adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, berada di wilayah
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4.
Kebijakan tersebut sesuai dengan Instruksi Mendagri No 22 dan 23 tahun 2021, serta bukan
merupakan penerima Bantuan Sosial lainnya dari pemerintah seperti Kartu Pra Kerja, Program
Keluarga Harapan, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro.
Besaran BSU tahun 2021 diberikan sekaligus dengan total Rp1 Juta yang akan ditransfer melalui
bank Himbara/BUMN. Untuk mempermudah peserta mengakses informasi terkait dana BSU, BP
Jamsostek telah menyediakan kanal-kanal informasi untuk memeriksa eligibilitas mereka sebagai
penerima dana BSU.
141

