Page 148 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 148

WAPRES UNGKAP BARU 10% ANGKATAN KERJA YANG LULUSAN PENDIDIKAN
              TINGGI
              Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin mengatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan
              oleh kualitas pendidikan sumber daya manusianya (SDM). Menurutnya, pendidikan merupakan
              faktor terpenting dalam mewujudkan bangsa yang bermartabat.

              "Menurut data Angkatan Kerja BPS bulan Februari 2021 dari sekitar 137 juta pekerja hanya 13,3
              juta orang atau sekitar 10 persen yang lulusan jenjang pendidikan tinggi. Hal ini tentu berkorelasi
              erat  dengan  kualitas,  produktivitas  serta  daya  saing  Indonesia,"  ujarnya  saat  menghadiri
              Orientasi  Studi  dan  Kehidupan  Kampus  Bagi  Mahasiswa  Baru  2021/2022  Universitas  Islam
              Malang (UNISMA) secara daring, Senin (6/9/2021).

              Dia pun berharap agar dalam empat tahun mendatang mahasiswa baru akan diwisuda menjadi
              sarjana yang mumpuni. "Dan menjadi kader Ahlussunnah wal Jama'ah an Nahdiyah yang handal
              dan  menjadi  insan  akademik  yang  unggul,  berdaya  saing,  berjiwa  wirausaha  dan  berakhlak
              mulia," jelasnya.

              Ma'ruf mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah menempatkan pembangunan SDM unggul
              sebagai  prioritas  nasional.  SDM  unggul  merupakan  kunci  untuk  memenangkan  persaingan
              global. "Di berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan bahwa SDM unggul adalah SDM
              yang sehat, cerdas, memiliki produktivitas tinggi, menghasilkan manfaat dan maslahat, memiliki
              semangat untuk berkompetisi, cinta Tanah Air, dan berakhlak mulia," tuturnya.

              Dia menambahkan bahwa kriteria SDM unggul tersebut harus menjadi tagline nasionalisme para
              milenial yang akan membawa tongkat estafet kemajuan bangsa Indonesia.

              "Para  mahasiswa  baru  harus  dapat  mewujudkan  semangat  nasionalisme  tersebut  sehingga
              memiliki keunggulan kompetitif secara global namun tetap berpijak pada jati diri dan kearifan
              lokal. Anda semua dituntut punya kemampuan bersaing pada tingkat global, tetapi hati/jati diri
              Anda tetap harus melekat sesuai dengan identitas dan akhlak insan nusantara," pungkasnya.
              (kri).



































                                                           147
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153