Page 53 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 53
Judul Kemnaker Dorong Implementasi Green Productivity di Indonesia
Nama Media rmol.id
Newstrend Implementasi Green Productivity
Halaman/URL https://rmol.id/read/2021/09/06/503336/kemnaker-dorong-
implementasi-green-productivity-di-indonesia
Jurnalis Angga Ulung Tranggana
Tanggal 2021-09-06 21:51:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen mendorong implementasi green produtivity
(produktivitas ramah lingkungan) di Indonesia. Green productivity diyakini tidak hanya dapat
meningkatkan produktivitas nasional, namun juga menjaga keberlangsungan dan kelestarian
lingkungan.
KEMNAKER DORONG IMPLEMENTASI GREEN PRODUCTIVITY DI INDONESIA
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen mendorong implementasi green produtivity
(produktivitas ramah lingkungan) di Indonesia.
Green productivity diyakini tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas nasional, namun juga
menjaga keberlangsungan dan kelestarian lingkungan.
"Green productivity adalah langkah tepat saat ini untuk mengurangi semua pemborosan dalam
pemakaian energi dan mendorong pemakaian energi terbarukan, juga mendorong pelaksanaan
green job, khususnya sektor pemerintahan," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi
dan Produktivitas Kemnaker, Budi Hartawan, di Jakarta, Minggu (5/9).
Budi Hartawan mengatakan, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah telah menginstruksikan
pihaknya untuk melakukan inovasi dalam meningkatkan produktivitas nasional. Salah satunya
adalah mengimplementasikan green productivity.
Untuk itu, dalam rangka mendukung produktivitas ramah lingkungan yang berkelanjutan, baru-
baru ini pihaknya bersama Asian Productivity Organization (APO) mengadakan Training of
Assessors for the Green Productivity Specialists Certification Program (Pelatihan Sertifikasi Asesor
Spesialis Produktivitas Ramah Lingkungan) secara daring dan luring.
Pelatihan ini, kata Budi Hartawan, melibatkan 20 peserta negara anggota APO dan 30 peserta
lokal.
52

