Page 102 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MEI 2019
P. 102
action plan-nya akan merevitalisasi lima unit pelaksana tugas dinas (UPTD) yang
tersebar di wilayah Jawa Barat. Revitalisasi ini bertujuan agar para pelaksana
lapangan memiliki wawasan regional dan global.
"Maka, kami masukkan Internasional Labour Organization (ILO) ke dalam task force
untuk memberikan pelatihan kepada tenaga pengawas dan mediator yang ada di
lima UPTD," imbuhnya.
Tidak hanya UPTD, BLK di Disnakertrans Jawa Barat pun akan direvitalisasi. Pasalnya,
evaluasi internal merekomendasikan kesepahaman bersama antara unit-unit kerja di
Diskanertrans, baik provinsi maupun kabupaten/kota di bidang pelatihan, hubungan
industrial, produktivitas, penempatan tenaga kerja, dan pengawasan.
"Kurang koordinatif dari hasil evaluasi kemarin. Sehingga, antara kebutuhan tenaga
kerja dan angkatan kerja yang ada tidak sesuai. Maka, muncullah angka
pengangguran terbesar dari lulusan SMA/SMK yakni menyumbang 16%,"
tambahnya.
Sementara untuk mobile training unit, intinya calon tenaga kerja di desa tidak
berlarian ke kota dan mengisi tenaga kerja yang dipersiapkan untuk bekerja di
BUMdes.
Sedangkan sistem informasi migran service center digunakan sebagai navigasi
Disnakertrans untuk melacak trek para tenaga kerja Jawa Barat yang bekerja di luar
negeri sehingga ada back up data yang memudahkan kebijakan.
"Kami ingin calon tenaga kerja harus terekam, dari mulai pendaftaran, penempatan
sampai dengan pulang lagi," ungkapnya.
Ade berharap dengan action plan di atas, secara berangsur-angsur angka
pengangguran di Jawa Barat bisa ditekan dan menjadikan Jawa Barat sebagai
provinsi paling tinggi produktivitasnya.
"Mudah-mudahan dengan langkah yang sudah kami buat bisa membantu
masyarakat, baik yang sudah bekerja maupun yang akan bekerja. Termasuk
membantu pengusaha mempertahankan usahanya di Jawa Barat," pungkasnya.
Page 101 of 106.

