Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 JANUARI 2019
P. 145
Title KEMNAKER BAKAL REVITALISASI BLK DI INDONESIA
Media Name liputan6.com
Pub. Date 08 Januari 2019
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3866062/kemnaker-bakal-revitalisa si-blk-di-
Page/URL
indonesia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
KEMNAKER BAKAL REVITALISASI BLK DI INDONESIA
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker), Bambang Satrio Lelono mengaku, keberatan apabila harus membangun
kembali Balai Latihan Kerja (BLK).
Pernyataan itu menyusul ada permintaan dari salah satu kepala dinas yang menginginkan
adanya pembangunan BLK di setiap daerah perbatasan.
"Kalau kita asumsikan (di Indonesia ada) 303 BLK saat ini. Di setiap kabupaten dan kota
memiliki (katakanlah) satu BLK. Sementara di Indonesia ada 211 kabupaten kota yang tidak
memiliki BLK dan itu kalau serentak kita bangun tentu cost yang akan kita alokasikan
sedemikian berat," kata dia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang
Ketenagakerjaan Tahun 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (8/1/2019).
ambang mengatakan, dari seluruh total 303 BLK yang ada di Indonesia, pekerjaan rumah di
Kemenaker adalah bagaimana merevitalisasi menyangkut sarana dan prasarana di BLK
tersebut.
Apalagi, dia menuturkan, dari total BLK tersebut sepertiga dalam keadaan baik, sepertiga
sedang, dan sepertiganya lagi dalam keadaan buruk.
"Dan inilah sebenarnya akan selalu kita tingkatkan kita remajakan baik sarana dan
prasarananya maupun termasuk instrukturnya," kata dia.
Alokasi Anggaran Kementerian Ketenagakerjaan
Pada 2019, alokasi anggaran Kementerian Ketenagakerjaan meningkat Rp 1,7 triliun. Dari
Rp 3,991 triliun pada 2018 menjadi Rp 5,785 triliun pada 2019. Adapun anggaran ini akan
difokuskan kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Anggaran Kemenakar baru terasa pada tahun ini . Sebelumnya kita menjadikan dalam
bagian alokasi anggaran di pemerintahan belum dianggap prioritas. Baru tahun ini ketika
pemerintah prioritaskan pembangunan SDM sebagai prioritas pembangunan nasional kita
baru terasa," ujar dia.
Terkait dengan pembangunan BLK, Bambang menyarankan alternatif lain. Sebab, apabila
mengandalkan anggaran Kemenaker saja tidak akan cukup. Sementara di satu sisi,
pemerintah sendiri tengah fokus terhadap pembangunan SDM.
"Di sini, kendala pemerintah pusat kita sampai sekarang regulasinya belum diperkenakan
membangun fisik. Oleh karena itu, kalau ingin membangun BLK di wilayahnya kita sharing
cost. Nanti bapak membangun fisiknya gedungnya, alatnya kami, instrukturnya kami. Itu
yang kami tawarkan," pungkasnya.
Page 144 of 160.

