Page 114 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 114

1.500 riyal per bulan. Pembayaran upahnya lancar hingga akhir masa kerja selama
               dua tahun.


               Usai menuntaskan kontrak ia kembali ke Syarikah Rent Riyad minta untuk
               dipulangkan ke Indonesia dengan membawa uang gaji sebesar 14.335 riyal. "Saya
               diminta bekerja di majikan inisial A, gaji saya yang 14 ribu riyal dikembalikan hanya
               setengahnya karena saya setuju untuk kembali bekerja. Saya berpikir keras
               bagaimana caranya bisa pulang, makanya menerima tawaran dulu supaya bisa
               berkomunikasi dengan keluarga ataupun KBRI. Namun waktu itu saya ingin pulang
               ke Indonesia, ke KBRI tidak ada respon," tuturnya.

               Dua bulan bekerja di majikan yang ditunjuk pihak agen, Elisa bertemu dengan
               seorang pegiat di Arab Saudi. Saat itu ia dibawa ke KBRI, selama 5 bulan itu ia
               dibantu soal kepulangannya oleh petugas KBRI.

               Saat itu Elisa mengaku heran karena diminta untuk membuat surat pernyataan tidak
               akan menuntut hak ke agen Syarikah atau ke KBRI jika ingin pulang.

               "Saya diminta membuat pernyataan karena memang ingin segera pulang ke
               kampung, tapi oleh orang KBRI itu saya disodori surat pernyataan itu padahal masih
               ada uang gaji saya sebesar 7.435 riyal lagi. Ketika tiba di Indonesia pada 8
               Desember 2019 paspor saya diminta oleh orang suruhan petugas KBRI di Bandara
               Soekarno Hatta," katanya.


               Sementara itu Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Kabupaten
               Cianjur Ali Hildan menyayangkan adanya temuan soal pengakuan tersebut termasuk
               adanya perlakuan kurang menyenangkan dari Syarikah dan KBRI.


               "Kami sudah mendapat surat kuasa dari pihak keluarga yang melaporkan kejadian
               tersebut. Padahal sebelum Elisa pulang, kami selalu berkomunikasi dengan KBRI
               menanyakan proses (kepulangan)," kata Ali.

                 Selama komunikasi , dikatakan Ali, pihak KBRI memang tidak secara gamblang
               menjelaskan proses kepulangan Elisa bahkan sampai ke tanah air.


                "Kami akan terus berupaya untuk perjuangkan hak PMI tersebut. Bahkan kami akan
               tembuskan laporan ini ke Presiden, supaya pekerja migran kita di sana yang
               menghadapi permasalahan mendapatkan bantuan dan perlindungan yang maksimal,
               tidak ada lagi kejadian serupa," katanya.

                (sya/tro)
















                                                      Page 113 of 176.
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119