Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 DESEMBER 2019
P. 77

Berdasarkan penelitian McKinsey (September 2019), 23 juta pekerjaan di Indonesia
               akan terdampak otomatisasi, dan rata-rata terdapat 248.00 pekerja ter-PHK/tahun
               (BPJS TK, 2016-2018).

               Salah satu penyebab pengangguran yang ada di Indonesia adalah
               ketidakseimbangan antara pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja, kemajuan
               teknologi, serta kurangnya pendidikan ataupun keterampilan.

               Menurut Ida, untuk transisi menuju Indonesia 4.0. dibutuhkan, pertama, investasi
               berkelanjutan. Kedua, pengembangan model pelatihan baru untuk pekerjaan baru.
               Ketiga, program-program untuk memudahkan transisi pekerja seperti pemagangan,
               re-skilling, dan up-skilling.

               Keempat, dukungan dalam hal pendapatan melalui program-program jaminan sosial
               yang lebih inovatif. Kelima, kolaborasi antara publik dan swasta. Antisipasi terhadap
               pekerjaan-pekerjaan yang tumbuh di berbagai sektor, seperti kesehatan, konstruksi,
               manufaktur, dan retail akan sangat dibutuhkan.

               Ida mengatakan, pemerintah saat ini berfokus kepada peningkatan kompetensi
               tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. "Dan untuk jangka pendek,
               pelatihan vokasi akan berperan sentral karena dampaknya yang relatif lebih cepat
               bisa dirasakan oleh masyarakat dibanding pendidikan vokasi," kata dia.

               Untuk itu kebijakan pelatihan vokasi triple skilling ke depan, akan berfokus kepada
               tiga sasaran utama, pertama, skilling : penganggur, khususnya penganggur muda
               agar siap kerja. Kedua, re-skilling : pekerja ter-PHK, sebagai safety net tenaga
               kerja. Ketiga, up-skilling : pekerja, khususnya untuk UKM lokal dan industri
               pionir/terdepan (frontier), untuk meningkatkan daya saing nasional.

               Pemerintah, dengan kebijakan triple skilling ini berupaya untuk, pertama,
               mendorong para pencari kerja agar lebih mudah mendapat pekerjaan. (skilling dan
               re-skilling).

               Kedua, mendorong agar pekerja dan perusahaan semakin berdaya saing. (up-
               skilling). Ketiga, mendorong pemenuhan kebutuhan produk dan jasa di dalam negeri
               dan berdaya saing global.

               Oleh karena itu, kata dia, pelatihan vokasi kedepan harus semakin terintegrasi
               dengan: Informasi Pasar Kerja, Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja, Sistem
               Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

               Selaras dengan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan tahun 2019 dan
               seterusnya sebagai tahun pengembangan SDM, Kemnaker telah melakukan
               berbagai upaya konkrit dalam pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia
               (SDM) Indonesia.




                                                       Page 76 of 125.
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82