Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 4
BP Jamsostek telah mencapai Rp 431,7 triliun pada akhir Desember 2019.
Pihaknya juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 29,2 triliun. Bahkan pada
capaian pada tahun 2019 tersebut mencapai sebesar 7,3 persen lebih atau lebih
tinggi dari kinerja IHSG yang hanya mencapai 1,7 persen.
"Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP No. 99 tahun
2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi
yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK
No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga
Negara sebesar minimal 50 persen," jelas Agus.
Untuk mengantisipasi kondisi pasar modal, Agus menjelaskan pihaknya telah
mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen fixed income hingga mencapai 71
persen dari total portofolio. Sehingga tidak terpengaruh langsung dengan fluktuasi
IHSG.
Menurutnya untuk saham, BPJamsostek hanya berinvestasi pada emiten BUMN,
emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki
likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Ini didasarkan faktor
analisa fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam
melakukan seleksi emiten.
"Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham gorengan", ujar Agus.
Agus juga menjelaskan dengan kinerja pengelolaan dana diatas, sebagai Badan
Hukum Publik, kegiatan operasional BP Jamsostek termasuk pengelolaan dana telah
diawasi dan diaudit oleh berbagai lembaga berwenang seperti BPK, OJK dan KPK.
Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Purwakarta Herry Subroto menambahkan
pesan KPK menjadi landasan dalam kinerja BP Jamsostek baik di pusat dan cabang.
Pihaknya berterimakasih dan berjanji akan terus mengawal dan memastikan
kegiatan operasional selalu berjalan pada koridor yang telah ditentukan.
"Kami juga berharap masyarakat juga ikut andil dalam mengawal operasional
BPJamsostek karena pada dasarnya pengelolaan kami sangat transparan dan
seluruh pekerja bisa ikut mengawasi operasional kami," tambah Herry.
Herry mengatakan pihaknya terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja dan
pelayanan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan gratifikasi. Pihak BP Jamsostek
Purwakarta tidak mentolerir adanya praktek-praktek yang mengarah pada tindakan
korupsi dan gratifikasi, seperti percaloan maupun pungutan liar atau pungli.
"Sehingga pada prakteknya saat karyawan BP Jamsostek kerja bisa melakukan
transparansi, sesuai ketentuan yang berlaku, memberikan pelayanan yang tepat
jumlah, dan tepat waktu," ujarnya.
Page 3 of 186.

