Page 11 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 11
Memang sudah sewajarnya di masa sulit seperti sekarang, bank tidak memungut biaya untuk
penyaluran bantuan sosial.
ini sebagai "mengembalikan" keuntungan besar yang telah mereka terima bertahun-tahun
kepada rakyat.
Seperti diketahui bank-bank setiap tahun sebelum pandemi bisa meraup kentungan puluhan
triliun rupiah. Contoh, BRI walau dikatakan turun 45 persen lebih, keuntungannya masih 18,65
triliun rupiah untuk tahun lalu. Keuntungan Bank Mandiri, walau diklaim turun 38 persen, toh
masih mengeruk 17 triliun rupiah lebih.
Jadi, masuk akal bila Menaker Ida Fauziyah minta Himbara tak memungut sepeser pun saat
menyalurkan BSU. Sedangkan Menteri Sosial Tri Rismaharini minta Himbara di Kalimantan
Selatan agar mau mendekatkan layanan kepada penerima manfaat bantuan sosial. Bank diminta
mengambil inisiatif untuk jemput bola ke lokasi terdekat dari domisili penerima manfaat, agar
bantuan segera bisa diterima.
Masuk akal alasan Risma karena bila penerima harus datang ke kota, barangkali bantuan yang
diterima warga akan habis untuk ongkos dan jajan, sehingga sampai rumah tidak membawa
apa-apa. "Saya minta bank Himbara untuk mendekatkan layanan ke keluarga penerima manfaat.
Karena kalau harus datang ke kota bisa habis bantuannya untuk biaya transpot. Kasihan KPM-
nya," kata Mensos.
Bank-bank dalam Himbara memang harus bekerja sedikit esktra, walau tidak dibayar, karena
untuk BSU, misalnya, diharapkan agar penyalurannya rampung Oktober. Maka, untuk
mempercepat, Ida minta bank mau jemput bola juga dalam aktivasi rekening.
Total BSU telah disalurkan kepada 4,6 juta lebih pekerja. Himbara sendiri telah menyalurkan
kepada 2,3 juta pekerja yang memiliki rekening Himbara. Direktur Hubungan Kelembagaan PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas, mengatakan Himbara sudah menyalurkan bansos
sesuai dengan ketentuan.
Rohan menjelaskan, Himbara sudah menyalurkan bansos sejak 2017. Dia klaim seluruhnya
disalurkan 100 persen. Hanya, dia mengungkapkan bahwa data yang tidak lengkap sering
membuat bank tidak dapat menyalurkan bansos 100 persen. Sedang Menteri BUMN, Erick Thohir,
menegaskan, tidak ada keinginan bank-bank BUMN menghambat penyaluran bansos.
(c) Copyright 2021 - Koran Jakarta. All rights reserved.
10

