Page 500 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 500

dalam penyaluran BSU tersebut. "Jadi, pemerintah memberikan uang satu juta dan minta bank
              anggota  Himbara  menyalurkan.  Bank  anggota  Himbara  juga  dapat  kesempatan  untuk
              menambah nasabah baru," kata Ida Fauziah.

              Dengan adanya bantuan subsidi upah bagi para pekerja tersebut diharapkan bisa membantu
              para pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum
              berakhir. "Mudah-mudahan ini agar pemerintah memberikan kegembiraan kepada teman-teman
              pekerja," kata Ida Fauziah.

              Ia  mengatakan  pandemi  COVID-19  telah  memporak-porandakan  berbagai  sektor  kehidupan
              termasuk bertambahnya pengangguran di Indonesia yang melonjak dan tidak bisa dikendalikan
              yang merupakan dampak COVID-19.

              Padahal. kata dia, jumlah pengangguran di Indonesia dalam lima tahun terakhir sebelum adanya
              COVID-19 bisa dikendalikan. "Karena COVID-19, pengangguran kita Agustus 2020 sebanyak 9,7
              juta dari sebelumnya sekitar 7 juta."
              Dengan upaya bersama semua pihak dalam upaya meminimalisir dampak pandemi COVID-19,
              kata Menaker, pengangguran di Indonesia pada Pebruari 2021 turun dari sebelumnya 9,7 juta
              pada Agustus 2020 menjadi sekitar 8,7 juta pada Februari 2021.

              Menurutnya,  dengan  kerjasama  semua  pihak  dalam  menghadapi  pandemi  COVID-19,  juga
              menunjukkan adanya perbaikan ekonomi secara nasional pada kwartal pertama 2021 dan juga
              kwartal II 2021 yang menunjukkan angka positif 7,07 persen.

              Namun, di saat ada upaya perbaikan ekonomi tersebut, muncul varian baru COVID-19 sehingga
              memaksa pemerintah harus berupaya mengendalikan penyebaran varian delta tersebut dengan
              memberlakukan PPKM darurat dan PPKM sistem level sampai saat ini.*










































                                                           499
   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505