Page 559 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 559
Ringkasan
Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Suhartono mengatakan
pembinaan di wilayah lingkup kerja diharapkan sebagai suatu wadah yang dapat memfasilitasi
kebutuhan terkait pengembangan kompetensi, karir maupun profesionalitas jabatan fungsional
Pengantar Kerja.
KEMENAKER BIDIK PEJABAT PENGANTAR KERJA JADI 'AGEN OF CHANGE'
JAKARTA - Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Suhartono
mengatakan pembinaan di wilayah lingkup kerja diharapkan sebagai suatu wadah yang dapat
memfasilitasi kebutuhan terkait pengembangan kompetensi, karir maupun profesionalitas
jabatan fungsional Pengantar Kerja.
"Pembinaan menjadi salah satu bentuk dukungan Instansi Pembina kepada organisasi profesi
dan mendorong peningkatan profesionalitas Pengantar Kerja," kata Suhartono dalam "Rapat
Kerja Organisasi Profesi Ikatan Pengantar Kerja Seluruh Indonesia (IKAPERJASI) dalam rangka
Pembinaan Organisasi Profesi Pengantar Kerja Tahun 2021", di Solo, Kamis (16/9).
Menurut Suhartonoo, menindaklanjuti perkembangan IKAPERJASI dari setiap periode
kepengurusan, terlihat bahwa saat ini diperlukan perubahan dan reorganisasi secara
komprehensif.
Hal ini berdasarkan peraturan tentang Pengantar Kerja yaitu Peraturan Menpan 05 tahun 2014
sudah tidak sesuai dengan PP 11/ 2017 tentang manajemen PNS dan Peraturan Menpan & RB
Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional
Pegawai Negeri Sipil khususnya terkait pembinaan dan hubungan Kerja organisasi profesi dengan
instansi Pembina.
"Saya mempunyai harapan yang besar terhadap organisasi profesi IKAPERJASI untuk penguatan
peran dan fungsinya terhadap peningkatan profesionalisme Pengantar Kerja dalam memberikan
layanan antarkerja," ungkapnya.
Suhartono memaparkan saat ini jumlah Pejabat Fungsional Pengantar Kerja di seluruh Indonesia
sebanyak 668 orang.
Oleh karena itu Pengantar Kerja diharapkan dapat menjadi agent of change yang mampu
memberi warna baru dalam budaya organisasi di manapun berkarya.
"Optimalkan potensi diri anda agar dapat berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan
ketenagakerjaan," tegas Suhartono.
IKAPERJASI diharapkan juga dapat berperan ganda sebagai pembela anggotanya serta menjadi
mitra atau kepanjangan tangan pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dan
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
"Berfungsi untuk menyampaikan informasi bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan
kesempatan kerja kepada stake holder dan masyarakat pada umumnya," kata dia.
Suhartono menyampaikan, sebagai organisasi profesi yang profesional IKAPERJASI harus dapat
mandiri, mampu mengelola semua program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian
tujuan organisasi dengan tidak hanya bergantung kepada instansi pembina.
558

