Page 602 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 602
Sebelumnya Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa
Purbasari menyampaikan Data Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menunjukkan 89%
penerima Kartu Prakerja menganggur saat mereka mendaftar program ini. Bukan hanya
menganggur karena PHK, namun juga mereka yang fresh graduates dan sedang mencari kerja
termasuk juga mereka yang mutung tadi.
“Di sinilah Kartu Prakerja hadir memberi solusi tidak hanya untuk mereka yang terkena
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi, tapi menjadi program pengembangan
kompetensi para pencari kerja dan juga pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi,
termasuk pelaku usaha mikro dan kecil,” kata Denni beberapa waktu lalu.
Dalam usianya yang baru 1,5 tahun, Program Kartu Prakerja telah memberikan dampak
signifikan di tengah situasi sulit akibat pandemi. Sejak Gelombang 1 dibuka pada 11 April 2020
hingga pengumuman penerima Gelombang 20 pada 15 September 2021, program ini sudah
menjangkau 10,6 juta penerima manfaat. Rinciannya yaitu 5,5 juta peserta pada 2020 serta 5,1
juta penerima Kartu Prakerja pada 2021.
“Pada 16 September 2021, kami kembali membuka pendaftaran baru, yakni Gelombang 21
dengan kuota 754.929 orang,” katanya saat memberikan kuliah umum dalam ‘Forum
Pembangunan Indonesia’ Magister Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bertopik ‘Peran Program Kartu Prakerja dalam
Meningkatkan Keterampilan Kerja’, Kamis lalu.
Mengutip data Badan Pusat Statistik pada 2020, Denni memaparkan bahwa pengangguran dan
kemiskinan di Indonesia naik akibat pandemi Covid-19. Pada 2016, jumlah penduduk miskin di
Indonesia sebanyak 27,76 juta atau 10,70 persen dari keseluruhan jumlah penduduk. Angka itu
terus menurun menjadi 24,79 juta atau menyentuh 1 digit dari keseluruhan jumlah penduduk
(9,22%). Namun, akibat pandemi, jumlah penduduk miskin kembali meningkat mencapai 27,55
juta (10,19%).
Tahun lalu, sebanyak 29,12 juta orang penduduk usia kerja terdampak pandemi Covid-19
dengan rincian 2,56 juta orang berhenti bekerja, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan
24,03 juta orang mendapatkan pengurangan jam kerja. Selain itu, ada 0,76 juta orang yang
kemudian ‘mutung’ tidak lagi bekerja dan tidak juga mencari kerja atau mencoba memulai usaha,
antara lain karena melihat lowongan kerja sedikit ataupun jualannya tidak laku.
601

