Page 633 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 633

KEMNAKER PERCEPAT IMPLEMENTASI UNIT LAYANAN DISABILITAS
              KETENAGAKERJAAN DI DAERAH

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  terus  mempercepat  implementasi  Unit  Layanan
              Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan di daerah. Langkah ini untuk melindungi hak para
              penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan kerja dan berwirausaha.

              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan  Kerja
              (Binapenta dan PKK) Kemnaker Suhartono mengatakan, isu disabilitas senantiasa hadir sejalan
              dengan isu kesetaraan, inklusi, dan non diskriminasi yang memiliki keterkaitan dalam semua sisi
              termasuk bidang ketenagakerjaan.

              "Secara asasi, kita memerlukan hubungan ketenagakerjaan yang menghormati keberagaman,
              kemampuan, dan potensi setiap individu di lingkungan kerja yang mampu mewadahi berbagai
              perbedaan latar belakang termasuk kondisi disabilitas," kata Suhartono, Jumat (17/9/2021).

              Dia  menjelaskan,  dalam  mewujudkan  pembangunan  ketenagakerjaan  inklusi  di  Indonesia
              Kemnaker telah menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2020 tentang
              Pedoman Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan.

              Di  sisi  lain,  isu  disabilitas  ini  adalah  isu  lintas  sektoral  yang  penanganannya  memerlukan
              keterlibatan seluruh pemangku kebijakan bersama antara Kemnaker dengan Kemenko Bidang
              Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kemendagri, serta Kementerian Perencanaan
              Pembangunan Nasional/Bappenas.

              "Perlunya keterlibatan bersama dalam melaksanakan kegiatan percepatan penyelenggaraan Unit
              Layanan  Disabilitas  (ULD)  bidang  ketenagakerjaan  tahun  2021,  baik  dalam  lingkup  nasional
              maupun regional Provinsi dan Kabupaten/Kota," ujarnya.

              Menurutnya,  Menaker  Ida  Fauziyah  memiliki  concern  yang  tinggi  terhadap  isu  disabilitas,
              khususnya  bidang  Ketenagakerjaan.  Oleh  karenanya,  ia  meminta  agar  ULD  ini  bisa  dapat
              diimplementasikan secepatnya "Ini bisa menjadi momentum yang tepat dari sisi ketenagakerjaan
              bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas," imbuhnya.

              Sementara  itu,  Wakil  Gubernur  Jambi,  Abdullah  Sani,  menjelaskan,  komitmen  Kemnaker  ini
              merupakan  langkah  yang  tepat  dalam  menyamakan  persepsi  antara  Pemerintah  Pusat  dan
              Daerah, juga dunia usaha baik swasta, BUMN, BUMD serta memfasilitasi penyandang disabilitas
              untuk  mendapatkan  pekerjaan  yang  layak  dan  meningkatkan  sinergi  program  khususnya  di
              lingkup Provinsi Jambi "Saya meminta OPD terkait untuk menyiapkan unit layanan disabilitas dan
              bermitra dengan dunia usaha dan industri dalam upaya meminimalisasi angka pengangguran
              terutama pada tenaga kerja disabilitas," kata Wagub Abdullah.

              Wagub  Abdullah  menyebut  bahwa  Pemerintah  Provinsi  Jambi  akan  terus  mengoptimalkan
              pembentukan ULD Bidang Ketenagakerjaan untuk memantapkan perekonomian masyarakat dan
              daerah.












                                                           632
   628   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638