Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 43
Title 4.034 TENAGA KERJA DI JAMBI DIRUMAHKAN
Media Name republika.co.id
Pub. Date 15 April 2020
Page/URL https://republika.co.id/berita/q8susn414/4034-tenaga-kerja-di-jambi-di rumahkan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAMBI -- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi menyatakan
pandemi Covid-19 telah berdampak bagi tenaga kerja. Hingga saat ini, terdapat
sebanyak 4.034 tenaga kerja di berbagai sektor yang dirumahkan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jambi Bahari
mengungkapkan, selain dirumahkan, ada juga tenaga kerja yang mendapatkan
pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pihak perusahaan. Setidaknya, sudah ada
delapan orang tenaga kerja yang di PHK.
Bahari mengatakan, tenaga kerja yang dirumahkan dan di PHK tersebut merupakan
tenaga kerja dari 48 perusahaan yang terdapat di Provinsi Jambi. Mereka yang
dirumahkan tersebut didominasi oleh tenaga kerja di sektor perhotelan dan
restoran.
"Kebanyakan tenaga kerja perhotelan dan restoran, tapi ada juga dari sektor
industri, sementara di sektor perkebunan hingga saat ini belum ada yang
dirumahkan maupun di PHK," kata Bahari di Jambi, Selasa.
Pihaknya mengimbau agar perusahaan tidak melakukan PHK terhadap karyawan
maupun tenaga kerjanya. Bahari berharap, PHK merupakan keputusan akhir yang
diambil jika tahapan-tahapan sebelum PHK diambil telah dilaksanakan, di antaranya
seperti mengurangi jam kerja karyawan, mengurangi fasilitas, tidak memperpanjang
kontrak, ataupun di rumahkan terlebih dahulu.
"Jika dirumahkan, diupayakan tenaga kerja mendapatkan insentif," katanya.
Bahari mengimbau tenaga kerja yang mendapatkan PHK untuk mendaftarkan
dirinya dalam program kartu Prakerja dari pemerintah pusat. Sementara itu,
berdasarkan pantauan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jambi sejumlah
masyarakat tampak antre untuk mendaftarkan dirinya dalam program kartu
Prakerja.
"Kami ke sini mau daftar kartu Prakerja, namun sangat disayangkan sejak tadi kita
mengantre belum dapat mendaftar," kata salah seorang warga, Mukidi.
Menurut Mukidi, terjadi gangguan pada aplikasi untuk mendaftar Prakerja. Alhasil,
masyarakat yang ingin mendaftar harus mengantre dan menunggu..
Page 42 of 219.

