Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 17
"Ini penting saya sampaikan karena muncul narasi seolah-olah pemerintah akan
menggaji pengangguran," kata Jokowi .
"Tidak, itu keliru," sambungnya.
Jokowi pun menjelaskan, Kartu Pra Kerja diluncurkan pemerintah untuk membiayai
pelatihan atau vokasi.
Sasaran kartu ini ialah untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas.
Adapun persyaratannya, peserta tidak sedang menjalani pendidikan formal.
Selain itu, kartu ini ditujukan bagi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan
pekerja yang memerlukan peningkatan kompetensi.
"Jadi Kartu Pra Kerja merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi untuk para pencari
kerja yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang dalam pendidikan formal atau
jugs untuk para pekerja aktif atau pekerja yang terkena PHK, yang membutuhkan
peningkatan kompetensi," jelas Jokowi .
Jokowi menyampaikan, terdapat dua hal yang menjadi fokus pemerintah dalam
meluncurkan Kartu Pra Kerja ini.
Yang pertama, pemerintah mempersiapkan angkatan kerja untuk menjadi pegawai
ataupun entrepreneur.
Sedang yang kedua, pemerintah berupaya meningkatkan keterampilan para pekerja
dan korban PHK melalui reskilling dan up skilling supaya lebih produktif dan berdaya
saing.
Dikutip dari Kompas.com , nantinya, pemerintah akan memberikan pelatihan tiga
bulan kepada pemegang kartu pra kerja sesuai kriterianya masing-masing.
Pemegang kartu juga akan mendapat insentif.
Namun, soal insentif yang bakal diterima oleh penerima Kartu Pra Kerja, Menteri
Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku pihaknya masih menggodok formula yang
tepat.
Kendati demikian, Ida telah memastikan besaran insentif yang bakal diterima
pemegang Kartu Pra Kerja tidak akan jauh dari Rp 500.000 per orang.
Insentif itu baru akan diberikan setelah selesai mengikuti pelatihan.
"Rp 500.000 bukan setiap bulan, ya setelah selesai (pelatihan)," katanya, di Istana
Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Page 16 of 110.

