Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 32

Menaker menjelaskan, MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia
               tentang Penempatan Pekerja Sektor Domestik berakhir sejak 2016. Indonesia
               sendiri sudah mengajukan pembaruan MoU sejak tahun 2015. Namun hingga saat
               belum mendapat kesepakatan.

               "Ini juga didorong, kami meminta untuk segera ada respon atau tanggapan propose
               yang sudah kami ajukan," jelas Menaker.

               Selain pembaruan MoU untuk penempatan pekerja sektor domestik, pertemuan ini
               juga membahas kebijakan sepihak (uniteral) dari Pemerintah Malaysia. Kebijakan
               sepihak tersebut diantaranya kebijakan double medical chek-up serta kebijakan
               imigrasi seperti Foreign Worker Centralized Management System (FWCMS), e-VDR
               (Visa Dengan Rujukan), dan Imigration Security Clereance (ISC).

               "Untuk itu, Indonesia meminta agar kebijakan-kebijakan tersebut ditinjau kembali
               dan perlu mendapat kesepakatan bersama. Sehingga, tidak ada salah satu pihak
               yang dirugikan," terang Menaker.

               Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi, menambahkan, Indonesia
               telah mengajukan draft MoU yang mencakup inisiasi penempatan melalui
               mekanisme One Channel Recruitment. Dengan pertemuan kedua Menteri pada hari
               ini, diharapkan proses pembaruan MoU dapat segera terselesaikan.

               "Ke depan, semua pihak harus mengkonkritkan kebijakan One Channel dalam
               rekrutmen. Agar semua terkonsolidasi, terkoordinasi, dan terdata," ujar Aris.










































                                                       Page 31 of 110.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37