Page 527 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JANUARI 2022
P. 527

"Kami sampaikan bahwa Apindo akan melakukan upaya-upaya hukum, termasuk ke Pengadilan
              Tata Usaha Negara ya terkait UMP," ujarnya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis
              (30/12).

              Gugatan  ini,  kata  Nurjaman,  dilakukan  lantaran  Gubernur  Anies  telah  melanggar  regulasi
              Pengupahan yang berlaku saat ini, terutama Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang Pengupahan yaitu Pasal 26 mengenai cara perhitungan upah minimum dan pasal 27
              mengenai Upah minimum propinsi.

              Menurut Nurzaman, apa yang ada dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 sudah sama-sama disepakati,
              baik dari sisi pengusaha, buruh, hingga pemerintah, dalam hal ini Gubernur Anies Baswedan
              yang menetapkan kenaikan upah paling lambat 21 November 2021 dan berlaku mulai tahun
              2022.

              "Jadi,  Insya  Allah  dalam  waktu  dekat  kami  akan  melakukan  upaya  hukum  melalui  PTUN,"
              tekannya.


              Adapun, Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menyatakan, Pemprov DKI Jakarta secara
              sepihak melakukan revisi UMP DKI Jakarta 2022 tanpa memperhatikan pendapat dunia usaha,
              khususnya APINDO DKI Jakarta yang menjadi bagian dari Dewan Pengupahan Daerah sebagai
              unsur dunia usaha (pengusaha).


              Dengan revisi UMP DKI Jakarta 2022 tersebut maka upaya untuk mengembalikan prinsip Upah
              Minimum sebagai Jaring Pengaman Sosial (JPS atau Social Safety Net) bagi pekerja pemula tanpa
              pengalaman tidak terwujud dan kembali menjadi Upah Rata-rata sehingga penerapan Struktur
              Skala Upah akan sulit dilakukan karena ruang/jarak antara UM dengan Upah diatas UM menjadi
              kecil.

              "Atas  kondisi  tersebut,  APINDO  menyayangkan  keputusan  Gubernur  DKI  Jakarta  atas  revisi
              besaran UMP DKI," tandasnya..


































                                                           526
   522   523   524   525   526   527   528