Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 20

Title          FRAKSI DEMOKRAT DESAK PEMERINTAH PASTIKAN KEMATIAN ABK WNI DI KAPAL
                              BERBENDERA CHINA BUKAN PERBUDAKAN
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      11 Mei 2020
                              https://politik.rmol.id/read/2020/05/11/434218/fraksi-demokrat-desak-p emerintah-
               Page/URL
                              pastikan-kematian-abk-wni-di-kapal-berbendera-china-bukan-pe rbudakan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Fraksi Partai Demokrat menyoroti perihal kematian anak buah kapal (ABK) tenaga
               kerja Indonesia (TKI) di atas kapal berbendera China yang dianggap janggal. Partai
               Demokrat meminta pemerintah Indonesia memastikan ABK TKI itu bukan korban
               perbudakan dan kejahatan HAM. Pernyataan tersebut terlontar dari anggota Komisi
               III DPR RI F-Demokrat Didik Mukrianto lewat keterangannya kepada wartawan,
               Minggu (10/5).

               "Sudah seharusnya pemerintah melakukan investigasi yang mendalam dengan
               melibatkan otoritas internasional untuk memastikan tidak adanya kejahatan
               kemanusiaan, perbudakan, kejahatan HAM atau kejahatan lainnya terhadap warga
               negara Indonesia," ujar Didik. Ketua DPP Partai Demokrat Departemen Hukum dan
               HAM ini menegaskan, pentingnya legal standing yang clear dan terang tentang
               kebenaran informasi tersebut agar tidak terjadi kejahatan terhadap WNI yang
               bekerja di luar negeri dikemudian hari.

               "Untuk memastikan tidak adanya kejahatan perdagangan manusia sebagaimana
               dimaksud dalam UU 21/2007 dan pelanggaran terhadap pekerja migran Indonesia
               sebagaimana dimaksud dalam UU 18/2017, pemerintah dapat memulai menelusuri
               dari perusahaan agen yang merekrutnya," jelasnya.

               "Termasuk memastikan tidak adanya pelanggaran sebagaimana dimaksud Permen
               Kelautan dan Perikanan 42/2016," terangnya.

               Lanjutnya, seandainya setelah di investigasi ternyata ada unsur kejahatannya, maka
               kejadian ini sungguh memukul rasa keadilan publik. Di satu sisi Indonesia atas nama
               investasi memberikan ruang yang sangat lebar, bahkan bisa dikatakan dengan
               karpet merah kepada tenaga kerja China yang bekerja di Indonesia. Sementara di
               sisi lain pekerja Indonesia diperlakukan sebaliknya.

               "Pemerintah harus jujur dan serius untuk mengungkap dengan tuntas kejadian ini.
               Jangan sampai ada anggapan bahwa pemerintah tidak fair," katanya. "Memberikan
               perlakuan yang lebih baik kepada pekerja dari China di Indonesia, sementara abai
               terhadap warga negaranya. Hal demikian bisa berpotensi melanggar Konstitusi,"
               tandasnya.



                                                       Page 19 of 313.
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25