Page 8 - Resume 15 November 2019
P. 8
6 Nov 14, 2019 - Negative - Corporate Archive
antaranews.com / Risbiani Fardaniah Attachment
INDUSTRI SEPATU DI BANTEN RELOKASI KE JAWA Eclipping
TENGAH, INI ALASANNYA Word
URL :
http://klipingkemnaker.binokular.net/report/detail/17372043
Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang
memberatkan adalah UMK plus UMSK Jakarta - Direktur
Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman
Bakri Anom menyampaikan bahwa sejumlah industri sepatu
di Banten melakukan proses relokasi pabrik di beberapa
daerah di Jawa Tengah dengan alasan tidak mampu bertahan
karena tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan
kewajiban membayar Upah Minimum Sektoral (UMSK).
"Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang
memberatkan adalah UMK plus UMSK, di mana untuk alas
kaki di Banten itu, selain kita diminta memenuhi UMK, kita
ditambah lagi beban UMSK yang jumlahnya variatif Rp50.000-
Rp100.000 per orang per bulan. Bayangkan kalau ada 50.000
pekerja," kata Firman dihubungi di Jakarta, Kamis.
Related News :
bisnis.com, Nov 14, 2019: DUA PENYEBAB PABRIK SEPATU DI
BANTEN RAMAI-RAMAI PINDAH KE JATENG
antaranews.com, Nov 14, 2019: ADA HARAPAN INDUSTRI SEPATU
DI BANTEN BATAL RELOKASI, INI SYARATNYA

