Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 OKTOBER 2019
P. 112
"Intinya bagaimana kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sesuai
dengan kebutuhan pasar kerja, atau sesuai dengan kebutuhan untuk mendorong
wirausaha. Itu kunci pertama," kata Hanif yang juga politikus PKB itu.
Menurut Hanif yang ingin mengajar purna menjabat menteri, kunci kedua adalah
meningkatkan kuantitas SDM yang berkualitas di berbagai bidang untuk
menggerakkan ekonomi.
Selain itu, Hanif menyebut kunci ketiga adalah sumber daya manusia yang telah
terbangun itu harus tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Kalau sekarang kita melihat kepada gap antara satu daerah dengan yang lain.
Mungkin di Jakarta banyak, tapi di daerah yang lain mungkin bisa kekurangan
malah," ujar dia.
Ia mengatakan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM akan menjadi daya saing
Indonesia di kancah global. "Karena dengan begitu berarti produktivitas akan naik,"
kata dia.
Selain itu, Hanif juga menjelaskan tantangan di sektor ketenagakerjaan Indonesia,
yakni ekosistem ketenagakerjaan yang harus lebih fleksibel.
Jurus Ciptakan Lapangan Kerja
Ekosistem yang fleksibel itu, kata dia, mendorong penciptaan lapangan kerja yang
lebih banyak dan berkualitas, lalu pembangunan SDM, baik skilling, upskilling,
maupun reskilling, perlu digenjot untuk memastikan kualitas SDM yang baik dan
jumlah SDM yang memadai.
"Para siswa atau perwakilan yang dikirim ke luar negeri seringkali mendapat medali
di kompetisi internasional, tapi kualitas ini hanya dimiliki sebagian kelompok, karena
58 persen kelompok kerja di Tanah Air hanya mengenyam pendidikan hingga SD
atau SMP," katanya.
Selain itu, jumlah tenaga kerja Indonesia yang punya keahlian dan dibutuhkan dunia
industri masih kecil. "Investor alami kesulitan di daerah, butuh tukang las 100 orang
saja susahnya setengah mati. Di Morowali nyari 2000 sopir truk, cuma 8 orang
padahal syaratnya cuma SIM B2," katanya.
Yang tak kalah penting adalah pemerintah daerah juga berperan, di antaranya
memberikan pelatihan untuk kelompok pekerja miskin guna meningkatkan
kemampuan (upskilling), memberi pelatihan bagi lulusan SMK atau vokasi dan
lainnya. "Anggaran pusat terbatas, karena itu daerah harus berperan dalam
investasi SDM," katanya.
Tentu, semua itu akan menjadi tantangan bagi Ida. Yang jelas, Ida Fauziyah adalah
sosok perempuan dan santri yang tentu tersirat harapan untuk "pendekatan" baru
dalam ketenagakerjaan ke depan
Page 111 of 146.

