Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 49

Ketenagakerjaan menurut Budi antara lain dengan pengembangan Teknologi Tepat
               Guna (TTG). TTG adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu
               agar dapat disesuaikan dengan aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial,
               politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan berbasis sumber daya yang
               telah disesuaikan dengan SDM yang ada di daerah itu.

               "Program ini menitikberatkan pemberdayaan pengangguran menjadi wirausaha baru
               melalui terapan teknologi tepat guna agar wirausaha baru ini mau dan mampu
               mengelola potensi ekonomi di daerahnya lebih efisien dan produktif serta dapat
               menciptakan ekonomi berskala mikro di pedesaan berbasis TTG itu," kata Budi.


               Perluasan kesempatan kerja diwujudkan pemerintah lainnya tambah Budi yaitu
               penyediaan Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Program ini memberdayakan TKS sebagai
               pendamping kelompok usaha masyarakat. TKS mempunyai fungsi yaitu
               meningkatkan kapasitas kelompok dalam aspek manajemen usaha dan
               meningkatkan kemandirian kelompok usaha/wirausaha. Sehingga, dapat
               meningkatkan output bagi masyarakat yang akan didampinginya.

               "Pembekalan dan pendampingan untuk mereka yang hendak berwirausaha juga
               penting untuk dilakukan setidaknya membekali skill mereka dengan skill yang
               memadai, skill yang terus meningkat dan skill yang bisa cepat berubah seiring
               dengan dinamika perubahan di pasar kerja," kata Budi.


               Jurus ketiga dalam pengembangan dan perluasan kesempatan kerja yaitu program
               Padat Karya. Padat Karya merupakan suatu sistem yang mengutamakan dan/atau
               memprioritaskan penggunaan tenaga kerja yang cukup banyak untuk bekerja dalam
               suatu kegiatan pembangunan baik berupa kegiatan infrastruktur dan kegiatan padat
               karya produktif.

               Kegiatan padat karya mempunyai manfaat yang sangat dibutuhkan masyarakat baik
               itu aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketenagakerjaan.

               "Kegiatan padat karya dapat memberikan penghasilan baik yang sifatnya sementara
               atau pun tetap dan/atau berkelanjutan, menekan pengangguran dan kemiskinan,
               memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat," kata
               budi.

               Hal terakhir dalam pengembangan dan perluasan kesempatan kerja yang terus
               dilakukan pemerintah adalah penyediaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM). TKM
               bertujuan untuk menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di sektor
               informal dan membina serta mengembangkan kader wirausaha baru (WUB) atau
               pengusaha pemula yang mandiri dan produktif dengan berbasis SDA yang telah
               disesuaikan dengan SDM yang ada di daerah.

               "Kita ingin wirausaha produktif berbasis rakyat bisa terus tumbuh dan berkembang
               dengan tata kelola yang lebih baik, inovasi yang tidak kenal henti, marketing yang
               lebih modern dan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak," ucap Budi.






                                                       Page 48 of 93.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54