Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 APRIL 2019
P. 189
Dia menilai rencana holding penerbangan pasti sudah melalui sejumlah
pertimbangan dan kajian.
"Kalau bisa saya sampaikan enggak perlu prasangka, pasti kalau ada rencana-
rencana semua pemangku kepentingan diperhitungkan tidak mungkin dirugikan,
merasa kurang dibicarakan enggak perlu ada dikotomi yang menentang dan yang
setuju," katanya.
Menteri Rini Tegaskan Tidak Ada Suntikan Dana Tambahan untuk Holding
Penerbangan Budi mengaku pihaknya mendukung rencana holding penerbangan,
namun ia juga akan menyampaikan usulan-usulan dari perusahaan BUMN.
"Saya pada prinsipnya tidak menolak saya tidak mengatakan tidak ada usul. Kami
ada usul-usul ada hal-hal berkaitan keselamatan pelayanan Kemenhub memiliki
kriteria, baik kepada AP II ke Garuda, ada syarat-syarat tertentu harus dilaksanakan
secara prinsip boleh dilaksanakan tapi dengan catatan-catatan," katanya.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji pembentukan
induk usaha (holding) BUMN sektor penerbangan di mana akan menggabungkan PT
Survai Udara Penas (Penas), PT Pelita Air Services (Pelita Air), PT Angkasa Pura I
(AP I), PT Angkasa Pura II (AP II), PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda).
Direncanakan PT Survai Udara Penas yang akan menjadi induk perusahaan
membawahi sejumlah perusahaan tersebut.
Dengan adanya holding penerbangan, diyakini akan mewujudkan nilai tambah
kepada perusahaan.
Upaya tersebut juga didorong bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi pasar
penerbangan terbesar ke-5 di dunia pada 2037, naik dari posisi ke-8 di 2017.
Page 188 of 189.

