Page 45 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 45

Title          ASN JABAR GALANG DANA RP 1,4 MILIAR BEBASKAN TKI DI SAUDI
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      14 Juli 2019
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/19/07/14/pum5hs383- asn-jabar-
               Page/URL
                              galang-dana-rp-14-miliar-bebaskan-tki-di-saudi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat terus berupaya membebaskan
               Ety binti Toyyib Anwar, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Majalengka,
               dari ancaman hukuman mati atau qisas. Ety sedang menjalani masa tahanan di Arab
               Saudi.

               Pada 2001 Ety bekerja di Kota Taif, Arab Saudi dan dipenjara karena disangka
               meracuni majikannya, Faisal al -- Ghamdi. Selama hampir 19 tahun penantian, Ety
               terus dibayangi hukuman mati.

               Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Mei 2019 dirinya mendapat
               laporan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menerima surat dari
               Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah perihal penggalangan
               dana diyat untuk membebaskan Ety dari hukuman mati.

               "KJRI berkoordinasi dengan Lajnah Awfu Taif untuk memastikan dana diyat buat Ety
               yang ditransfer Pemerintah via KBRI Riyadh telah masuk ke penanggung jawab
               rekening di sana, yaitu kantor gubernur Riyadh," ujar Ridwan Kamil yang akrab
               disapa Emil kepada wartawan akhir pekan ini.

               Emil menjelaskan, keluarga al -- Ghamdi mengajukan uang tebusan atau dana diyat
               kepada hakim yang mengadili Ety. Awalnya, hakim memutuskan dana diyat sebesar
               30 juta real. Namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi 5 juta real.
               "Dan setelah dinegosiasikan lagi disepakati diyat 4 juta real," kata Emil.

               Sejak kesepakatan itu, kata dia, KJRI berupaya menggalang dana untuk membayar
               diyat 4 juta real atau sekitar Rp15,2 miliar. Pemerintah berpacu dengan waktu,
               karena jika dana diyat tersebut tidak terpenuhi maka Ety akan dihukum mati dengan
               cara dipancung.

               "Pemdaprov Jabar tidak tinggal diam. Kami pun menggalang dana untuk
               pembebasan Ety. Pada bulan Ramadhan lalu saya bertemu dengan Dubes Arab
               Saudi meminta pengampunan untuk Ety," paparnya.

               Emil mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan dengan mengumpulkan
               shodaqoh ASN Pemdaprov Jabar melalui rekening Jabar Peduli yang dilakukan dua
               tahap. Tahap pertama terkumpul Rp1 miliar dan sudah ditransfer. Tahap kedua



                                                       Page 44 of 180.
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50