Page 55 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 55
Karena dipasarkan secara daring, yang dilihat pertama kali oleh calon konsumen
adalah tampilan atau foto yang menarik. Maka dari itu, pelatihan fotografi juga
penting diberikan dalam pemasaran daring.
"Pelatihan ini juga untuk mengantisipasi revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang
dihadapi Bangsa Indonesia. Kalau hanya mengandalkan pemasaran biasa atau
konvesional, para UMKM ini akan sulit berkembang bisnisnya," kata dia.
Ia menjelaskan, pelatihan akan dilakukan lebih dari sepekan yang dimulai sejak hari
Jumat (12/7). Tanggapan para pelaku UMKM sangat antusias akan pelatihan
tersebut, hanya saja jumlah peserta yang terlibat terbatas karena menyesuaikan
anggaran.
Setelah menjalani pelatihan selama 12 hari, pihaknya akan memantau
perkembangan dari pelaku UMKM tersebut. Pematauan dilakukan di antaranya
melalui grup media sosial yang dibentuk selama pelatihan. Anggotanya adalah
peserta pelatihan dan dari pihak Disnaker.
"Dari situ bisa dilihat, maka yang berkembang, yang aktif ataupun pasif.
Berdasarkan pengalaman dari tahun 2018, dari peserta UMKM yang ikut pelatihan,
sebanyak 95 persen di antaranya dapat berkembang," tambahnya.
Pihaknya berharap, dengan pelatihan tersebut para pelaku UMKM di Kota Madiun
dapat berkembang dan berubah menjadi pengusaha bersklaa besar. Sehingga dapat
membuka peluang pasar dan menyerap tenaga kerja baru.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan
Usaha Mikro (DPMPTSPKUM) Kota Madiun mencatat, jumlah pelaku bisnis UMKM di
Kota Madiun pada tahun 2017 mencapai sebanyak 23.276 pelaku usaha.
Jumlah itu naik pada tahun 2018 menjadi 23.360 pelaku usaha, dengan perincian
20.941 usaha mikro, 2.196 usaha kecil, dan 223 usaha menengah. Puluhan ribu unit
UMKM tersebut, tercatat dapat menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja dengan nilai
produksi mencapai Rp65 miliar per tahunnya. Diperkirakan di tahun 2019 jumlah
pelaku usaha tersebut terus berkembang. (*).
Page 54 of 180.

