Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 JANUARI 2020
P. 117

Title          KSPSI AKAN TOLAK OMNIBUS LAW BILA REDUKSI KESEJAHTERAAN BURUH
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      24 Januari 2020
                              https://investor.id/business/kspsi-akan-tolak-omnibus-law-bila-reduksi -kesejahteraan-
               Page/URL
                              buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyatakan akan menolak
               dengan tegas Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja bila isinya
               mereduksi kesejahteraan buruh. Sebaliknya, KSPSI akan memberikan dukungan bila
               RUU yang disusun sebagai upaya revisi terhadap sejumlah undang-undang melalui
               metode omnibus law itu bertujuan menciptakan lapangan kerja dengan mendorong
               investasi.

               "Yang terpenting begini, kalau omnibus law itu mendukung investasi kami dukung,
               membuka lapangan kerja kami dukung. Yang dengan keras kami tolak adalah kalau
               omnibus law mereduksi atau mengurangi kesejahteraan buruh. Kami akan tolak
               habis-habisan. Posisi kami jelas," ujar Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dalam
               program Hot Economy, BeritaSatu News Channel yang tayang pada Kamis (23/1)
               malam.

               Hingga kini, menurut Andi, pihaknya belum memiliki draf RUU Cipta Lapangan Kerja
               yang diajukan oleh pemerintah kepada DPR. Apalagi, para buruh, termasuk yang
               tergabung dalam KSPSI juga tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan RUU
               tersebut. "Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan Ketua
               DPR Puan Maharani dan Baleg DPR. Kami akan minta drafnya seperti apa, biar bisa
               kami pelajari," kata dia.

               Andi menyesalkan sikap pemerintah yang tidak pernah melibatkan buruh dalam
               penyusunan drap RUU Cipta Lapangan Kerja dan lebih banyak melibatkan
               pengusaha. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Omnibus
               Law yang hanya berisi unsur pengusaha, yaitu Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani
               sebagai ketua, sedangkan 22 anggotanya adalah ketua asosiasi.

               "Kesalahan dari awal yang cukup fatal adalah kami tidak dilibatkan. Buruh tentu
               bertanya-tanya, kenapa kami tidak dilibatkan. Akhirnya hal ini menimbulkan polemik
               yang cukup luar biasa di bawah. Kalau saja unsur buruh masuk dari awal, tentu
               tidak akan ada kecurigaan yang berlebihan. Sekarang banyak draf-draf liar yang
               tersebar di masyarakat karena dari awal buruh tidak dilibatkan," tandas dia.

               Andi mengaku, ia dan ketua umum serikat pekerja yang lain pada September tahun
               lalu memang sempat diajak bicara dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana
               Bogor, seputar rencana pemerintah yang akan membuat terobosan hukum untuk
               menciptakan lapangan kerja dan investasi. Namun, setelah itu serikat pekerja tidak
               pernah diajak bicara dan dilibatkan lagi.



                                                      Page 116 of 163.
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122