Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 101
Title SEBANYAK 210 DARI 1.271 PERUSAHAAN YANG LANGGAR PSBB DI DKI JAKARTA DITUTUP
PAKSA
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 26 Mei 2020
Page/URL https://www.tribunnews.com/corona/2020/05/26/sebanyak-210-dari-1271-pe rusahaan-
yang-langgar-psbb-di-dki-jakarta-ditutup-paksa
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo , JAKARTA - Total sebanyak
1.271 perusahaan di ibu kota melanggar Peraturan Gubernur DKI Nomor 33 Tahun
2020 tentang Pelaksanaan PSBB.
Data ini berdasarkan rekap laporan sidak yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja
Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta pada 14 April - 26 Mei 2020. Sebanyak 210
perusahaan yang mempekerjakan 17.361 pekerja kedapatan masih buka padahal
termasuk jenis yang dikecualikan.
Alhasil dua ratus lebih perusahaan tersebut ditutup paksa Disnakertrans.
Perusahaan itu tersebar di Jakarta Barat 54, di Jakarta Timur 35, di Jakarta Utara
37, di Jakarta Pusat 33 dan Jakarta Selatan 51 perusahaan .
"210 perusahaan yang tidak dikecualikan namun tetap melakukan kegiatan
usahanya dilakukan penghentian sementara kegiatannya," kata Kepala
Disnakertrans DKI Andri Yansyah kepada wartawan, Selasa (26/5/2020).
Selain ditutup paksa, ada 1.061 perusahaan diberi peringatan. Rinciannya, 740
perusahaan sektor yang diiizinkan beroperasi diberi peringatan karena belum
melaksanakan protokol kesehatan.
Lalu 320 perusahaan di sektor yang tidak dikecualikan tapi mengantongi Izin
Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) Kementerian Perindustrian,
turut diberi peringatan karena alasan serupa.
Sebagai informasi, dalam Pasal 10 Pergub 33/2020 tertuang ketentuan hanya ada
11 sektor usaha yang tetap diizinkan beroperasi selama pemberlakuan PSBB.
Meliputi: 1. Kesehatan; 2. Bahan pangan/ makanan/ minuman; 3. Energi; 4.
Komunikasi dan teknologi informasi; 5. Keuangan; 6. Logistik; 7. Perhotelan; 8.
Konstruksi; 9. Industri strategis; 10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri
yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; 11. Kebutuhan
sehari-hari.
Page 100 of 101.

