Page 2 - e-Kliping Ketenagakerjaan 17 Juli 2019
P. 2
Title POLRI: PERDAGANGAN ORANG BERMODUS TKI TIPU 1.314 ORANG
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 17 Juli 2019
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190716134943-12-412548/polri-p
Page/URL
erdagangan-orang-bermodus-tki-tipu-1314-orang
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Bareskrim Polri mengungkap sejumlah kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang
(TPPO) dengan modus pengiriman tenaga kerja migran ke Arab Saudi, Mesir, dan
Singapura. Setidaknya 1.314 korban tertipu iming-iming pekerjaan layak dan gaji
besar.
Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Nico
Afinta mengatakan pengungkapan tersebut memiliki tersangka yang berbeda-beda.
Pertama, kasus perdagangan orang di Arab, dengan dua tersangka yang ditangkap
oleh polisi. Yakni, Mamun yang berperan sebagai perekrut calon pekerja migran
sejak tahun 2011-2019. Kurang lebih 500 orang telah diberangkatkan olehnya
dengan tujuan Asia Pasifik dan Timur Tengah dengan keuntungan kurang lebih
Rp40 juta per bulan.
Tersangka lainnya adalah Faisal Fahruroji yang berperan sebagai agen atau sponsor.
Dia sudah menjalani perannya sejak tahun 2016-2019 yang telah memberangkatkan
kurang lebih 100 orang. Keuntungannya adalah Rp60 juta per bulan.
Nico mengatakan salah satu korbannya adalah TWC yang menjadi PRT tak melalui
prosedur resmi. TWC, katanya, disiksa oleh majikannya sehingga sekujur badannya
luka dan terancam lumpuh.
Aliansi TKI berdemo meminta pencabutna moratorium pengiriman pekerja migran
ke Timur Tengah. ( Adhi Wicaksono) "Rute yang dilalui adalah Jakarta-Batam-Kuala
Lumpur-Arab Saudi," ujarnya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa
(16/7).
Kedua, perdagangan orang yang terjadi di Kairo, Mesir. Pelaku berjumlah dua
orang, yaitu Een Maemunah dan Ahmad Syaifudin. Een berperan merekrut calon
pekerja migran dan telah memberangkatkan 200 orang sejak tahun 2016-2019.
Page 1 of 89.

