Page 25 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 25
Title MENAKER MASIH KAJI WACANA PENGHAPUSAN UMK
Media Name kabarbisnis.com
Pub. Date 26 November 2019
https://www.kabarbisnis.com/read/2896008/menaker-masih-kaji-wacana-pen ghapusan-
Page/URL
umk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) masih belum mengambil keputusan
terkait wacana penghapusan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK).
Rencananya UMK memang akan digantikan dengan mengacu pada Upah Minimu
Provinsi (UMP).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, wacana penghapusan
UMK dan digantikan UMP sebagai acuan dasar nilai pengupahan masih dalam tahap
kajian. Saat ini dirinya juga masih mendengarkan pendapat dan masukan dari
berbagai pihak.
"Kami masih dalam proses mendengarkan dari berbagai pihak, " ujarnya di Cirebon,
Jawa Barat, Minggu (24/11/2019).
Namun meski saat ini dirinya masih mendengarkan masukan dan pendapat sejumlah
pihak, Ida sendiri tidak menjelaskan secara detail, bagaiamana perkembangan dari
proses pengkajian wacana tersebut. Seperti diketahui, acuan dasar nilai pengupahan
saat ini masih merujuk pada nilai UMK yang ada di kabupaten/kota di Indonesia.
Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menilai
keberadaan UMK masih sangat penting. Imron mengatakan, saat ini nilai UMK di
Kabupaten Cirebon sudah diputuskan menjadi Rp 2,19 juta.
"UMK Cirebon sudah diputuskan menjadi Rp 2,19 juta," kata Imron.
Imron menuturkan, rata-rata para investor lebih tertarik untuk mengembangkan
usahanya di kota atau kabupaten yang memiliki nilai UMK tidak terlalu tinggi.
"Kita harus terukur naiknya (UMK). Di Karawang udah pada bubar karena terlalu
tinggi. Itu hukum ekonomi. Orang-orang (investor) mencari yang tidak terlalu tinggi,
" ucapnya. kbc10
Page 24 of 127.

