Page 95 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 95
"Karenanya, pelatihan vokasi ke depan harus semakin terintegrasi dengan informasi
pasar kerja, pelayanan penempatan tenaga kerja dan sistem jaminan sosial
ketenagakerjaan," ujarnya.
Dia menyebut, kondisi ketenagakerjaan berdasarkan data BPS Agustus 2018
menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada pada 5,34 persen.
Pada Agustus 2019 berada pada 5,28 persen, atau mengalami penurunan sebesar
0,06 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Penurunan sebesar 0,06 persen dianggap sangat berarti. Meski demikian,
pemerintah masih dihadapkan kepada berbagai tantangan ketenagakerjaan lainnya.
"Sebanyak 57,54 persen pekerja kita adalah lulusan SD/SMP ke bawah. Diperkirakan
23 juta pekerjaan di Indonesia akan terdampak otomatisasi. Ini tantangan
ketenagakerjaan di Indonesia yang perlu kita tangani bersama," imbuhnya.
Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Bambang Satrio Lelono
memperkenalkan BBPLK Semarang dengan kejuruan unggulan, yakni Fashion
Technology dan Bisnis Manajemen.
Dia menyebut, industri fashion menempati urutan ketiga setelah subsektor kuliner
dan kriya. Industri ini juga menyumbang devisa negara sebanyak USD 8,2 miliar
atau setara Rp 122 triliun.
"Fashion juga menempati urutan kedua produk terlaris di e-Commerce. Industri ini
akan selalu hidup dan peluang kerja di masa mendatang akan sangat besar. Maka
kolaborasi antara lembaga pelatihan dengan para pelaku usaha di bidang fashion
memiliki peran penting," ujarnya.
(Eko Fataip/CN40/SM Network)
Page 94 of 127.

