Page 175 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 175
Judul Menaker jelaskan tantangan sektor ketenagakerjaan di Indonesia
Nama Media antaranews.com
Newstrend Penyusunan Rencana Tenaga Kerja
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/1609426/menaker-jelaskan-
tantangan-sektor-ketenagakerjaan-di-indonesia
Jurnalis Erafzon Saptiyulda AS
Tanggal 2020-07-14 14:22:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menaker) Tantangan yang pertama adalah fakta bahwa mayoritas
angkatan kerja di Indonesia memiliki pendidikan yang rendah, SMP ke bawah
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Dengan pembangunan ketenagakerjaan yang baik diharapkan
kita dapat mengoptimalkan keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari periode emas ini
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan terdapat beberapa tantangan
dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia termasuk kenyataan mayoritas
angkatan kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Angkatan kerja Indonesia
saat ini didominasi oleh pekerja yang kurang terampil atau low skill, kata Menaker.
MENAKER JELASKAN TANTANGAN SEKTOR KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan terdapat beberapa
tantangan dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia termasuk kenyataan
mayoritas angkatan kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
"Tantangan yang pertama adalah fakta bahwa mayoritas angkatan kerja di Indonesia memiliki
pendidikan yang rendah, SMP ke bawah," kata Menaker dalam diskusi virtual tentang rencana
tenaga kerja (RTK) yang dipantau di Jakarta pada Selasa.
Angkatan kerja Indonesia saat ini didominasi oleh pekerja yang kurang terampil atau low skill,
kata Menaker.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2020 menunjukkan dari 137,91 juta orang
angkatan kerja saat ini 52,34 juta hanya memiliki pendidikan SD atau 37,95 persen dari total
angkatan kerja, 24,75 juta atau 17,94 persen lulusan SMP, 25,78 juta atau 18,69 persen lulusan
SMA, 16,92 juta atau 12,27 persen lulusan SMK, 3,92 juta atau 2,84 persen lulusan
D1/D2/D3/Akademi, serta 14,22 juta atau 10,31 persen lulusan S1/S2/S3.
174

