Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2019
P. 97
"Ketika pekerjaan berubah, maka skill-nya juga berubah. Makanya, long life learning
penting, agar masyarakat memiliki long life employability," terang dia.
Hanif menegaskan, pemerintah terus mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk
berinovasi mengembangkan kualitas dan kuantitas program.
Hanif pun mewacanakan 2 program sebagai pelengkap program vokasi BPJS
Ketenagakerjaan. Yakni, program jaminan kehilangan pekerjaan, serta program
pelatihan dan sertifikasi.
"Waktu di-cover (2 program) itu, orang yang kehilangan pekerjaan bisa melakukan
dua hal. Pertama, memperbaiki skill-nya. Kedua, mencari pekerjaan baru. Dengan
demikian orang tidak takut perubahan," ujarnya.
Direktur Umum BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menjelaskan, pihaknya
memiliki amanah untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja
Indonesia.
Program vokasi ini, sebut Agus, merupakan upaya menghadapi landskap baru
ketenagakerjaan.
Perubahan model bisnis dan industri berpengaruh terhadap perubahan jenis
pekerjaan berikut keterampilan yang dibutuhkan.
"Kami minta support seluruh stakeholder agar (program vokasi) ini bisa bermanfaat
untuk peserta BPJS ketenagakerjaan yang ter-PHK," terang Agus.
Pada tahap awal, program ini akan diimplementasikan di DKI Jakarta, Banten, dan
Jawa Barat. Hingga akhir 2019, program ini ditargetkan dapat mengaver 20 ribu
pekerja.
"Selanjutnya kami evaluasi dan akan kami implementasikan seluruhnya ke seluruh
wilayah Indonesia," paparnya.
Page 96 of 121.

